Gaza, MINA – Penjajah Zionis Israel mengancam memperluas serangan ke Jalur Gaza dengan menargetkan area yang disebut menjadi lokasi peluncuran layang-layang, balon, dan drone menuju wilayah Israel. Ancaman itu disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz setelah sejumlah layang-layang dari Gaza dilaporkan melintasi perbatasan.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Selasa (25/8) melaporkan militer Israel tengah bersiap menghadapi kemungkinan instruksi pemerintah untuk meningkatkan serangan terarah di Gaza. KAN juga melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir terdapat sekitar 10 layang-layang yang diluncurkan dari Gaza, berdasarkan keterangan sumber militer Israel.
Laporan militer Israel menyebut layang-layang yang ditemukan sejauh ini tidak membawa bahan peledak. Militer Israel mengatakan tidak ditemukan benda mencurigakan pada layang-layang tersebut dan tidak ada ancaman langsung terhadap masyarakat.
Netanyahu dan Katz tetap mengancam akan meningkatkan serangan jika peluncuran benda-benda tersebut berlanjut. Dalam pernyataan bersama, keduanya menyatakan serangan akan diarahkan kepada pihak yang bertanggung jawab, sementara penduduk di kawasan yang digunakan sebagai lokasi peluncuran dapat diperintahkan untuk mengungsi.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Katz bahkan memerintahkan militer bertindak “segera dan dengan kekuatan” terhadap setiap layang-layang yang diterbangkan dari Gaza.
Ia mengatakan Israel memandang setiap peluncuran sebagai “tindakan perang” dan menyatakan, dalam kebijakan yang diumumkannya, balon diperlakukan seperti layang-layang dan layang-layang seperti drone, dengan atau tanpa bahan peledak.
Ketegangan tersebut muncul setelah sedikitnya beberapa layang-layang ditemukan di wilayah permukiman Israel dekat perbatasan Gaza. KAN melaporkan salah satu insiden terjadi di kawasan Nahal Oz, sementara laporan lain menyebut layang-layang juga ditemukan di sekitar Kfar Aza.
Israel menilai fenomena tersebut perlu diwaspadai, sedangkan Hamas menyebut layang-layang itu sebagai mainan anak-anak di kamp pengungsian Gaza dan menilai ancaman Israel merupakan alasan untuk melanjutkan agresi.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Sebelumnya, layang-layang dan balon pembawa bahan pembakar memang pernah digunakan dari Gaza dan menyebabkan kebakaran di wilayah Israel selatan.
Namun, kondisi terbaru berbeda karena benda yang ditemukan kali ini belum terbukti membawa bahan peledak. Ancaman untuk memperluas serangan Israel pun menambah kekhawatiran terhadap situasi kemanusiaan di Gaza di tengah upaya mempertahankan kerangka gencatan senjata. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
















Mina Indonesia
Mina Arabic