Brussels, MINA – Setidaknya 128 jurnalis gugur di seluruh dunia pada 2025, dengan lebih dari setengahnya terjadi di Timur Tengah, menurut angka yang dirilis oleh jurnalis-internasional/">Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), Kamis (1/1), termasuk 56 jurnalis Palestina yang dibunuh oleh rezim Israel.
Jumlah tersebut menandai peningkatan dari tahun 2024 dan menggarisbawahi apa yang digambarkan federasi sebagai krisis kebebasan pers yang memburuk dengan cepat secara global.
“Ini bukan hanya statistik, ini adalah peringatan merah global bagi rekan-rekan kita,” kata Sekretaris Jenderal IFJ Anthony Bellanger kepada media Prancis di Brussels, Al-Mayadeen melaporkan.
Ia mengatakan, peningkatan jumlah pembunuhan mencerminkan kegagalan yang lebih luas untuk melindungi jurnalis yang bekerja di zona perang dan lingkungan yang bergejolak secara politik.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
IFJ menyatakan keprihatinan khusus atas situasi di wilayah Palestina, di mana mereka mendokumentasikan pembunuhan 56 pekerja media pada 2025 di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Gaza.
“Kami belum pernah melihat hal seperti ini: begitu banyak kematian dalam waktu sesingkat itu, di wilayah yang begitu kecil,” kata Bellanger.
Di luar Gaza, jurnalis juga dibunuh di negara-negara termasuk Yaman, Ukraina, Sudan, Peru, dan India, yang menyoroti cakupan global ancaman yang dihadapi pekerja media.
Bellanger mengkritik keras apa yang digambarkannya sebagai impunitas yang meluas bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap jurnalis.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
“Tanpa keadilan, hal itu memungkinkan para pembunuh jurnalis untuk berkembang,” ia memperingatkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic