Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Kembali Tutup Rafah, Ribuan Pasien Gaza Tertunda Pengobatannya

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 7 April 2026 - 19:56 WIB

Selasa, 7 April 2026 - 19:56 WIB

6 Views ㅤ

Perlintasan Rafah Mesir-Gaza (Anadolu Agency)

Gaza, MINA – Penyeberangan Rafah kembali ditutup pada Senin (6/4), mengakibatkan ribuan pasien di Gaza tertunda keberangkatannya.

Penyeberangan Rafah, satu-satunya jalur keluar Gaza yang tidak dikontrol langsung oleh pendudukan Israel, ditutup untuk kasus kemanusiaan. Palinfo melaporkan.

Penutupan itu menghentikan keberangkatan pasien baru serta menghalangi kembalinya warga yang berada di Mesir, yang berbatasan dengan Gaza.

Langkah tersebut menyusul insiden penembakan terhadap kendaraan PBB di Jalan Shalahuddin, Khan Younis, yang menyebabkan sejumlah pekerja bantuan terluka, termasuk satu dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan bahwa WHO telah memberi tahu mereka tentang penangguhan seluruh operasi evakuasi medis dan perjalanan kemanusiaan melalui Mesir dari penyeberangan Rafah, tanpa kejelasan kapan akan dibuka kembali.

Penutupan memperparah kondisi sistem kesehatan Gaza yang sudah berada di ambang kehancuran. Ribuan pasien kini terjebak tanpa akses ke perawatan yang sangat mereka butuhkan.

Sejak awal agresi Israel, Rafah menjadi jalur vital untuk masuknya bantuan kemanusiaan serta evakuasi korban luka dan sakit. Namun, pembatasan ketat dan serangan terhadap jalur menuju penyeberangan terus menghambat operasionalnya.

Di dalam Gaza, rumah sakit kekurangan obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan. Banyak pasien yang seharusnya dirujuk ke luar negeri kini harus menunggu dalam ketidakpastian, sebagian di antaranya menghadapi risiko kematian perlahan.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Pengamat internasional menilai penutupan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan pergerakan yang lebih luas, yang mengakibatkan memburuknya bencana kemanusiaan.

Organisasi hak asasi manusia mendesak agar akses kemanusiaan melalui Rafah dibuka tanpa syarat dan perlindungan terhadap warga sipil dijamin sesuai hukum internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda