Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Larang Delegasi Internasional Masuk Tepi Barat

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:09 WIB

22 Views

Tentara Israel di dekat pemukiman Helmesh di kota Ramallah yang diduduki (Foto: File/Almamlakah)

Ramallah, MINA – Otoritas penjajah Israel pada Selasa (27/10) melarang delegasi internasional yang terdiri dari anggota parlemen serta tokoh politik dan akademik memasuki Tepi Barat yang diduduki melalui Penyeberangan Allenby.

Delegasi tersebut dijadwalkan menghadiri konferensi internasional yang diselenggarakan Institut Studi Internasional Ibrahim Abu-Lughod di Universitas Birzeit. Konferensi bertajuk “Solidaritas Global Selatan dan Perlawanan terhadap Imperialisme” itu dibuka pada Selasa.

Dalam pernyataan pers, Universitas Birzeit mengatakan delegasi tersebut terdiri dari 23 peserta dari beberapa negara. Di antaranya anggota parlemen Partai Buruh Inggris Clive Lewis, anggota Partai Nasional Skotlandia Lara Bird, anggota Parlemen Skotlandia dari Partai Hijau Skotlandia Kate Nevens, Senator Spanyol Josu Estarrona Elizondo dari EH Bildu, dan mantan anggota parlemen Inggris Sam Tarry.

Universitas menambahkan program delegasi tersebut mencakup pertemuan dengan mahasiswa, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat sipil Palestina. Mereka juga dijadwalkan berpartisipasi dalam kegiatan mendukung petani Palestina di tengah eskalasi serangan pemukim Israel selama musim panen zaitun.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Menurut penyelenggara, otoritas Israel menahan anggota delegasi dan menginterogasi mereka selama beberapa jam sebelum menolak masuk ke Tepi Barat.

Penolakan masuk ini terjadi di tengah pembatasan yang diberlakukan otoritas Israel terhadap lembaga-lembaga Palestina, termasuk lembaga akademik dan pendidikan. Israel juga berupaya membatasi keterlibatan mereka dengan akademisi, anggota parlemen, dan delegasi internasional.

Pembatasan semacam itu menghambat peluang pertukaran akademik, keterlibatan budaya, dan paparan langsung terhadap kehidupan di bawah pendudukan.

Universitas menekankan pentingnya melindungi kebebasan akademik dan komunikasi. Mereka juga menegaskan agar universitas-universitas Palestina dapat tetap terhubung dengan komunitas internasional dan melanjutkan kerja sama dengan akademisi, lembaga, serta tokoh internasional yang mendukung hak-hak rakyat Palestina. []

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda