Tel Aviv, MINA – Pemerintah Israel menyampaikan protes kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepakatan yang dicapai Washington dengan Hamas mengenai kerangka pelucutan senjata di Jalur Gaza.
Tel Aviv menilai sejumlah poin dalam proposal tersebut berpotensi mengurangi kepentingan keamanan Israel dan tidak sepenuhnya mengakomodasi tuntutan pemerintahnya. Yedioth Ahronoth melaporkan, Senin (3/8).
Menurut sejumlah laporan, keberatan Israel terutama menyangkut mekanisme pelucutan senjata yang dilakukan secara bertahap bersamaan dengan penghentian operasi militer dan penarikan pasukan dari Gaza.
Pemerintah Israel menginginkan proses pelucutan senjata Hamas dilakukan secara menyeluruh dan dapat diverifikasi sebelum adanya konsesi lain dalam perundingan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sementara itu, Hamas sebelumnya menyatakan telah menerima kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir.
Kelompok tersebut menegaskan implementasi pelucutan senjata hanya dapat dilakukan apabila Israel menghentikan serangan militer, menarik pasukannya dari Jalur Gaza, serta menjamin masuknya bantuan kemanusiaan secara bebas.
Pemerintahan Trump terus mengintensifkan diplomasi guna mendorong tercapainya gencatan senjata permanen setelah konflik berkepanjangan di Gaza.
Washington menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi pijakan awal menuju penyelesaian politik yang lebih luas, termasuk pembebasan sandera dan pemulihan kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Di tengah proses diplomasi, operasi militer Israel di berbagai wilayah Gaza masih berlangsung dan terus menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi kemanusiaan kembali menyerukan penghentian segera permusuhan agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau jutaan warga yang terdampak perang.
Para pengamat menilai keberatan Israel menunjukkan masih besarnya perbedaan pandangan di antara para pihak mengenai tahapan pelaksanaan kesepakatan.
Meski demikian, mediator dari Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir diperkirakan akan terus melanjutkan negosiasi untuk mencari titik temu yang dapat mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan bagi perdamaian yang lebih berkelanjutan di Gaza. []
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic