Beirut, MINA – Sedikitnya 13 staf rumah sakit dilaporkan terluka setelah serangan Israel menghantam kawasan dekat fasilitas kesehatan di Kota Tyre, Lebanon selatan.
Serangan tersebut memicu kecaman karena kembali menempatkan tenaga medis dan infrastruktur kesehatan di tengah zona konflik. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (3/6).
Menurut laporan otoritas kesehatan Lebanon, serangan itu mengenai area di sekitar Rumah Sakit Jabal Amel, salah satu fasilitas kesehatan utama di Tyre.
Selain melukai belasan tenaga medis, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah sakit, kendaraan, dan sejumlah fasilitas di sekitarnya. Tim penyelamat dan pertahanan sipil segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta menilai tingkat kerusakan yang terjadi.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Insiden tersebut terjadi ketika pertempuran di Lebanon selatan semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir. Tyre dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu titik yang kerap menjadi sasaran serangan udara, sementara warga sipil terus menghadapi ancaman pengungsian dan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sejak Maret 2026 telah terjadi hampir 190 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon.
Serangan-serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 128 tenaga kesehatan dan melukai ratusan lainnya, menjadikan sektor kesehatan Lebanon berada dalam tekanan yang sangat berat.
Berbagai organisasi kemanusiaan internasional sebelumnya juga telah menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya serangan terhadap petugas medis dan fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menegaskan bahwa tenaga medis dan rumah sakit harus mendapat perlindungan berdasarkan hukum humaniter internasional, terlepas dari situasi konflik yang berlangsung.
Sementara itu, serangan terbaru di Tyre terjadi di tengah upaya diplomatik internasional untuk meredakan konflik Israel-Lebanon. Amerika Serikat menyebut adanya kemajuan dalam perundingan antara kedua pihak, namun rentetan serangan yang terus terjadi menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari stabil. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic