Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Siapkan Perang Besar di Tepi Barat, Netanyahu Ambil Komando

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 10 September 2026 - 06:23 WIB

Kamis, 10 September 2026 - 06:23 WIB

135 Views ㅤ

Netanyahu perintahkan serangan ke Tepi Barat (Foto: X)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan militer Israel (IDF) bersiap menghadapi perang besar terhadap Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat yang diduduki.

Katz mengatakan, perintah tersebut akan dijalankan jika aparat keamanan Palestina atau kelompok yang terkait dengannya melakukan serangan berskala besar terhadap pasukan Israel maupun permukiman Yahudi, menyerupai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. KAN melaporkan, Kamis (10/9).

“Netanyahu dan saya telah menginstruksikan IDF untuk bersiap membuka perang habis-habisan,” kata Katz dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media.

Katz mengatakan operasi tersebut akan diarahkan terhadap pimpinan senior dan aparat PA serta infrastruktur yang oleh Israel disebut sebagai terorisme.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Ia juga menyebut kemungkinan pengosongan penduduk dari kota dan desa yang dianggap menjadi sumber serangan serta keberadaan pasukan Israel secara permanen di wilayah yang dikosongkan.

Pernyataan tersebut muncul setelah seorang pemukim Israel berusia sekitar 19 tahun terluka parah dalam serangan penikaman di sebuah permukiman pertanian di wilayah utara Tepi Barat. Militer Israel kemudian menembak dan membunuh seorang warga Palestina yang disebut sebagai pelaku serangan.

Netanyahu juga merespons insiden tersebut dengan mengatakan Israel akan terus mengejar orang-orang yang disebutnya sebagai pelaku serangan serta menghancurkan infrastruktur perlawanan di wilayah yang oleh Israel disebut Yudea dan Samaria, istilah yang digunakan Israel untuk Tepi Barat.

Ancaman perang tersebut muncul ketika kekerasan di Tepi Barat terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi sejumlah bentrokan dan serangan yang melibatkan warga Palestina, pemukim Israel, serta pasukan Israel. Kondisi tersebut menambah ketegangan di wilayah yang diduduki Israel sejak 1967.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Pada saat yang sama, ekspansi permukiman Israel dan pengambilalihan lahan Palestina terus menjadi sorotan internasional.

Kelompok hak asasi Israel Yesh Din, Bimkom dan HaMoked pada Rabu (9/9) menyatakan perluasan permukiman, pendirian pos permukiman, kekerasan pemukim dan pembatasan pergerakan semakin mendorong warga Palestina keluar dari tanah mereka.

Sejumlah laporan juga menyebut kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat semakin mengarah pada aneksasi secara de facto. Perluasan permukiman dan pos-pos baru telah memperluas penguasaan Israel atas wilayah tersebut serta menyebabkan perpindahan warga Palestina.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Palestina