Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silwan Digali, Terowongan Israel Ancam Rumah Warga Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 26 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:58 WIB

18 Views ㅤ

Terowongan Silwan. (Quds Press)

Yerusalem, MINA — Otoritas pendudukan Israel bersama asosiasi pemukim terus menggali terowongan di bawah kota Silwan, selatan Masjid Al-Aqsa.

Proyek ini diduga bertujuan mengubah ciri kawasan, menghapus identitas historis Palestina, dan menghubungkannya dengan narasi alkitabiah, terutama di sekitar lingkungan Wadi Hilweh. Laporan Quds Press, Ahad (25/10).

Gubernur Yerusalem yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina, dalam pernyataannya pada Ahad (25/10), memperingatkan bahwa bahaya penggalian ini tidak terbatas pada upaya memaksakan narasi sejarah tunggal tentang kota.

Lebih dari itu, penggalian juga mengancam bangunan Palestina dan keselamatan penghuninya. Laporan tentang retakan, runtuhnya bangunan, dan kerusakan rumah akibat penggalian terus-menerus di bawahnya kian meningkat.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Gubernur menjelaskan bahwa asosiasi pemukim memilih situs penggalian tertentu untuk melayani narasi yang ingin mereka bangun.

Mereka memfokuskan perhatian pada lapisan arkeologi tertentu, terutama yang terkait dengan abad ke-10 SM, sambil meminggirkan era sejarah lain yang mendokumentasikan suksesi peradaban hingga Yerusalem.

Penggalian tersebut meliputi area yang dikenal sebagai “Cekungan Suci”, antara Kota Tua dan Gunung Zaitun. Kawasan yang terdampak mencakup lingkungan Silwan, Wadi Hilweh, Al-Bustan, dan Wadi Al-Rababa, serta mencapai wilayah utara menuju Sheikh Jarrah.

Mengubah Barang Kuno Menjadi Alat Politik

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Gubernur Yerusalem menegaskan bahwa otoritas pendudukan dan asosiasi pemukim bekerja untuk menghubungkan penemuan arkeologi dengan narasi alkitabiah. Mereka juga memberikan nama-nama alkitabiah pada situs dan monumen.

Cara ini mengubah barang kuno, yang seharusnya menjadi objek penelitian ilmiah tentang sejarah kota di berbagai era, menjadi alat untuk mengkonsolidasikan narasi politik dan membenarkan kendali atas tanah.

“Praktik-praktik ini terjadi dalam konteks upaya untuk meng-Yahudikan geografi Yerusalem dan menghapus identitas Palestinanya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahaya langsung yang ditimbulkan penggalian terhadap bangunan tempat tinggal dan hak warga Yerusalem untuk tetap tinggal di rumah dan tanah mereka. []

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda