Gaza, MINA – Hampir 2 juta warga Palestina di Gaza sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal saat musim dingin mendekat, sementara pembatasan Israel terus mencegah masuknya pasokan penting, kata badan migrasi PBB (IOM) pada Jumat (9/10).
IOM dalam pernyataannya menyebut hampir seluruh penduduk Gaza masih membutuhkan bantuan tempat tinggal satu tahun setelah gencatan senjata diumumkan.
Stok yang tersedia dan pasokan yang masuk hanya mencakup 17 persen dari kebutuhan musim dingin yang teridentifikasi.
“Keluarga yang telah mengalami pengungsian berulang dan kehilangan yang menghancurkan harus dapat menghadapi musim dingin dengan aman dan bermartabat,” kata Direktur Jenderal IOM, Amy Pope.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Lebih dari separuh tenda dan tempat tinggal darurat berada dalam kondisi buruk sehingga perlu diganti, sementara banyak warga Palestina tinggal di bangunan rusak akibat perang yang berisiko runtuh.
Penilaian mitra IOM mengidentifikasi lebih dari 3.600 bangunan yang memerlukan pembongkaran, pemindahan, atau evakuasi karena risiko keselamatan. Sementara itu, hampir 1,8 juta orang tinggal di lokasi pengungsian, 56 persen di antaranya menghadapi risiko banjir sedang hingga tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan pengungsian lebih lanjut saat curah hujan tinggi mendekat.
Badan itu menyebut sekitar 8.600 kit tempat tinggal darurat masih tertahan di luar Gaza setelah ditolak otoritas Israel.
IOM mendesak akses segera dan berkelanjutan untuk tenda, kit tempat tinggal darurat, unit hunian sementara, dan material konstruksi guna memperkuat tempat tinggal, memperbaiki rumah rusak, dan menyediakan akomodasi yang lebih aman.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
IOM menekankan peralatan, bahan bakar, dan suku cadang juga penting untuk pembersihan puing dan pemulihan awal.
“Solusinya sudah diketahui, pasokannya sudah siap, dan tim kemanusiaan siap mengirimkannya,” kata Pope.
Sementara itu, otoritas Israel memblokir pasokan tempat tinggal darurat masuk ke Gaza dengan mengklasifikasikannya sebagai barang yang berpotensi “dual-use” atau “barang berbahaya”.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
















Mina Indonesia
Mina Arabic