Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB Mulai Jajak Pendapat Tertutup untuk Menentukan Pengganti Antonio Guterres

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 31 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:19 WIB

20 Views ㅤ

Sidang DK PBB (foto: X)

New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai menggelar jajak pendapat tertutup (straw poll) di Dewan Keamanan sebagai bagian dari proses pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru yang akan menggantikan Antonio Guterres setelah masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2026.

Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mengukur tingkat dukungan negara-negara anggota terhadap para kandidat yang telah diajukan. Anadolu melaporkan, Jumat (31/7).

Mekanisme straw poll dilakukan secara rahasia oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Melalui proses tersebut, setiap anggota memberikan penilaian terhadap masing-masing kandidat dengan pilihan “mendukung”, “tidak mendukung”, atau “tidak memiliki pendapat”.

Hasil jajak pendapat tidak bersifat mengikat, tetapi menjadi indikator awal guna mengerucutkan kandidat yang memiliki peluang terbesar memperoleh rekomendasi Dewan Keamanan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Hingga saat ini, sedikitnya enam kandidat telah mengikuti dialog terbuka dan memaparkan visi mereka di hadapan negara-negara anggota PBB serta perwakilan masyarakat sipil.

Mereka berasal dari berbagai kawasan dan memiliki latar belakang sebagai mantan kepala negara, diplomat senior, hingga pejabat tinggi organisasi internasional.

Sesuai Piagam PBB, Sekretaris Jenderal dipilih oleh Majelis Umum berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan.

Dalam praktiknya, kandidat harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dukungan dari anggota Dewan Keamanan dan tidak boleh menghadapi hak veto dari lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Antonio Guterres, diplomat asal Portugal, telah menjabat sebagai Sekjen PBB sejak Januari 2017 dan akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir tahun ini setelah menyelesaikan dua periode kepemimpinan.

Selama menjabat, ia banyak menangani isu perubahan iklim, konflik bersenjata, reformasi PBB, hingga berbagai krisis kemanusiaan, termasuk perang di Gaza dan Ukraina.

Proses pemilihan Sekjen baru menjadi perhatian dunia karena pemimpin PBB berikutnya akan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga reformasi sistem multilateral.

Hasil jajak pendapat Dewan Keamanan dalam beberapa putaran ke depan diperkirakan akan menentukan siapa kandidat yang paling berpeluang memimpin organisasi dunia tersebut mulai 1 Januari 2027. []

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran


Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Internasional
Palestina
Internasional
Internasional