Jambi, MINA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Kondisi kualitas udara yang belum membaik turut berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.
Kabut asap tersebut berkaitan dengan karhutla yang masih terjadi di sejumlah kawasan, termasuk lahan gambut di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Di Tanjung Jabung Timur, sekitar 86 hektare lahan gambut dilaporkan terdampak kebakaran, sementara tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Untuk mendukung penanganan karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi juga akan dilanjutkan hingga awal September. BMKG menyebut potensi awan hujan masih tersedia di wilayah Jambi hingga 2 September sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan kebakaran.
Pemerintah Kota Jambi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP mulai Senin (31/8) hingga Rabu (2/9). Kebijakan tersebut diambil setelah pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang belum aman bagi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal, menggunakan masker saat harus keluar rumah, serta menjaga kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia dari paparan asap. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan karhutla juga terus dilakukan pemerintah bersama tim gabungan. []
Miraj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic