Jambi, MINA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memengaruhi kondisi udara di Kota Jambi hingga Jumat (25/9). Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik TK/PAUD dan SD kelas 1–3 sebagai langkah perlindungan dari paparan pencemaran udara.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan Jumat (25/9) dan akan berlangsung hingga kualitas udara dinyatakan kembali aman.
Sementara itu, siswa SD kelas 4–6 dan SMP kelas 7–9 masih dapat mengikuti pembelajaran tatap muka dengan sejumlah penyesuaian sesuai perkembangan kualitas udara.
Kondisi kualitas udara Kota Jambi masih menjadi perhatian meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah pada Kamis (24/9).
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Pemantauan pada Jumat pagi menunjukkan indeks kualitas udara berada pada angka 143 atau kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. Sebelumnya, ISPU Kota Jambi pada 21 September tercatat 175 dengan parameter PM2.5.
Di sisi lain, hujan turut membantu menekan karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS).
Sejumlah titik panas dilaporkan padam setelah diguyur hujan, namun petugas masih menemukan asap dan melakukan pemantauan serta pendinginan di lokasi yang terdampak.
Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Yunaidi mengatakan pendinginan lahan gambut membutuhkan waktu karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Proses pendinginan bahkan dapat dilakukan hingga 13 hari secara berkelanjutan untuk memastikan bara benar-benar padam.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan mencatat Jambi tidak terdeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga Kamis (24/9) pukul 21.15 WIB.
Meski demikian, kondisi udara di Jambi masih dipengaruhi asap dan pemantauan BMKG pada Jumat dini hari mencatat jarak pandang sekitar lima kilometer dengan kondisi berasap.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, menggunakan masker saat diperlukan, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan karhutla dan kualitas udara di wilayah Jambi.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
















Mina Indonesia
Mina Arabic