Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Tanker China Berhasil Lewati Blokade AS di Perairan Arab

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 40 menit yang lalu

40 menit yang lalu

3 Views

Kapal tanker China Rich Marry. (Maritime Optima)

Teheran, MINA – Sebuah kapal tanker milik China yang terkena sanksi Amerika Serikat berhasil melintasi Selat Hormuz dan memasuki perairan Teluk Oman, hanya beberapa jam setelah pemberlakuan blokade AS dimulai di kawasan di luar jalur Selat Hormuz itu.

Kapal bernama Rich Starry menjadi kapal pertama yang sukses keluar dari perairan Teluk Persia sejak blokade diberlakukan pada Senin (13/4) waktu setempat. Capital News Point melaporkan, Selasa (14/4).

Menurut data pelacakan dari MarineTraffic dan LSEG, kapal berbendera Malawi ini melakukan dua kali percobaan untuk melintasi Selat Hormuz.

Upaya pertama, kapal mendekati perairan dekat Pulau Qeshm Iran pada Senin malam, tetapi langsung berbalik arah ketika blokade AS mulai berlaku.

Baca Juga: Lebanon dan Israel Sepakat Gelar Negosiasi Langsung Usai Pertemuan di AS

Upaya kedua, beberapa jam kemudian, kapal kembali mencoba dan berhasil melintasi selat pada Selasa pagi (14/4), kemudian melanjutkan perjalanan ke Teluk Oman.

Rich Starry saat ini sedang menuju ke pelabuhan Sohar di Oman, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke China.

Kapal di Bawah Sanksi AS

Rich Starry dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping, telah masuk dalam daftar sanksi AS sejak tahun 2023. Keduanya dijatuhi sanksi karena membantu Iran menghindari pembatasan energi dengan mengirimkan minyak dan produk petrokimia Iran.

Baca Juga: Rusia Masih Skeptis terhadap “Board of Peace” Gaza Usulan Trump

Kapal tersebut mengangkut sekitar 250.000 barel metanol yang dimuat dari pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab (UEA), bukan dari pelabuhan Iran. Awak kapal dilaporkan berkewarganegaraan China.

Selain Rich Starry, setidaknya dua kapal lain di bawah sanksi AS, yang terdeteksi melintas atau mencoba melintas di selat yang sama, yaitu Elpis dan Murlikishan.

Risiko Konfrontasi dengan China

China merupakan pembeli utama minyak Iran, mencakup lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran. Beijing secara terbuka mengecam blokade AS dan memperingatkan agar tidak mencampuri hubungan dagangnya dengan Iran.

Baca Juga: Arab Saudi Tekan AS Cabut Blokade Perairan Internasional Sebelum Masuk Selat Hormuz

Para analis memperingatkan bahwa menghadang kapal China dapat memicu konfrontasi langsung antara AS dan China, yang berisiko memperluas konflik menjadi lebih besar .

Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri telah berulang kali memperingatkan AS agar tidak mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Beijing menyebut blokade AS sebagai tindakan yang membahayakan stabilitas kawasan dan ekonomi global.

“Gangguan terhadap navigasi bebas di Selat Hormuz tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi China, seraya menegaskan bahwa China akan terus melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan energi nasionalnya.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekutu Dekat Netanyahu Kalah, Hongaria Tinggalkan Era Orbán

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Amerika
Internasional