Moskow, MINA – rusia/">Kementerian Luar Negeri Rusia meragukan inisiatif Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Gaza. Rusia menilai inisiatif tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan.
Kirill Logvinov, kepala Departemen Organisasi Internasional rusia/">Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pertanyaan mengenai tujuan dewan tersebut semakin berkembang. Hal ini disampaikannya kepada kantor berita Rusia, Novosti, yang dikutip MINA, Rabu (15/4).
Logvinov menyebut perkembangan terbaru di Timur Tengah justru memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang tujuan sebenarnya dari Dewan Perdamaian tersebut, bagaimana cara kerjanya dan bahkan negara-negara yang secara resmi telah bergabung pun ikut meragukannya.
“Banyak delegasi lebih memilih status pengamat di dalam dewan,” tambah Logvinov.
Baca Juga: Kapal Tanker China Berhasil Lewati Blokade AS di Perairan Teluk Oman
Ia juga menyoroti bahwa Israel terus melanjutkan agresi militer di Jalur Gaza sambil secara signifikan membatasi akses bantuan kemanusiaan. Di Tepi Barat yang diduduki, perluasan pemukiman berlanjut dengan kecepatan yang memecahkan rekor, sementara kekerasan dan ekstremisme oleh para pemukim telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih lanjut, Logvinov mengatakan bahwa meskipun tengah berlangsung hari-hari libur keagamaan penting, termasuk akhir Ramadhan dan Paskah, status tempat-tempat suci di Yerusalem justru dilanggar dan akses ke sana dibatasi.
Logvinov juga memperingatkan, Lebanon, menurut Sekretaris Jenderal PBB, berisiko menghadapi nasib yang sama seperti Gaza. Ia menambahkan bahwa ketegangan di Suriah selatan, termasuk di Sweida dan Golan, juga tidak kunjung mereda.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Arab Saudi Tekan AS Cabut Blokade Perairan Internasional Sebelum Masuk Selat Hormuz
















Mina Indonesia
Mina Arabic