Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karyawan Burger King Dipecat Usai Ucap “Free Palestine” kepada Pelanggan Israel

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:15 WIB

44 Views ㅤ

Karyawan Burger King di AS, Arianna Hamilton (foto: IG)

Lehigh Valley, MINA – Seorang karyawan Burger King di Breinigsville, Pennsylvania, Amerika Serikat dipecat setelah mengucapkan “Free Palestine” kepada seorang pelanggan yang mengaku berasal dari Israel.

Insiden tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan luas mengenai kebebasan berpendapat, diskriminasi, dan solidaritas terhadap Palestina.

Menurut laporan Roya News, Kamis (6/8), insiden bermula ketika seorang musisi keturunan Israel-Amerika, Rami Feinstein datang untuk memesan makanan di restoran Burger King tersebut.

Karyawan bernama Arianna Hamilton disebut memperhatikan kalung Bintang Daud yang dikenakan Feinstein dan menanyakan asal daerahnya.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Feinstein kemudian menjawab bahwa dirinya berasal dari Israel.

Mendengar jawaban tersebut, Hamilton mengucapkan kalimat “Free Palestine”. Feinstein lalu merekam percakapan itu, meminta pengembalian uang (refund), kemudian meninggalkan restoran sebelum mengunggah rekaman tersebut ke media sosial.

Video itu segera menjadi viral dan menarik perhatian publik.

Menanggapi kejadian tersebut, manajemen pusat Burger King mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan serta menegaskan bahwa perusahaan tidak mentoleransi segala bentuk diskriminasi.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

“Kami sangat menyesal mendengar pengalaman yang Anda alami. Burger King adalah tempat di mana semua orang harus merasa disambut, dihormati, dan bebas dari diskriminasi. Kami tidak menoleransi antisemitisme, kebencian, atau bentuk diskriminasi apa pun. Kami sedang bekerja sama dengan pemilik waralaba yang mengoperasikan restoran ini untuk menangani situasi tersebut,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Sebagai tindak lanjut, Arianna Hamilton dipecat dari pekerjaannya atas tuduhan melakukan tindakan diskriminatif.

Namun, keputusan tersebut justru memicu gelombang dukungan di media sosial.

Banyak pengguna internet menyampaikan solidaritas kepada Hamilton melalui berbagai unggahan dengan tagar dan komentar seperti “We love you, Arianna” serta “Let’s all support Arianna“.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hamilton memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian menurut versinya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menanyakan asal negara Feinstein, melainkan hanya menanyakan dari daerah mana di kawasan Lehigh Valley karena restoran tersebut kerap didatangi pelanggan dari New York maupun New Jersey.

Menurut Hamilton, Feinstein awalnya menjawab berasal dari New Jersey sehingga percakapan sempat berakhir.

Namun, ia kemudian mengeluarkan kalung Bintang Daud dari balik bajunya dan mengatakan bahwa dirinya berasal dari Israel.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Hamilton mengatakan pernyataan itulah yang mendorong dirinya mengucapkan “Free Palestine”.

“Saya tentu tidak akan menarik kembali ucapan ‘Free Palestine’ ketika dia mulai merekam saya. Saya akan selalu menyuarakan pandangan saya dan tidak akan takut mengatakan apa yang saya yakini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan untuk menyebarkan kebencian terhadap siapa pun, melainkan sebagai bentuk menentang penjajahan Zionis Israel.

Setelah kehilangan pekerjaannya, Hamilton membuka kampanye penggalangan dana melalui platform GoFundMe dengan judul Support Arianna After Job Loss for Free Speech.

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Dana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya sewa tempat tinggal dan bahan makanan.

Hingga laporan ini ditulis, kampanye tersebut telah mengumpulkan lebih dari 40.000 dolar AS atau sekitar Rp717 juta.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Rekomendasi untuk Anda