Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus Covid-19 di China Melonjak Lagi, Ini Pemicu Utamanya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 24 Juli 2026 - 14:56 WIB

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:56 WIB

46 Views ㅤ

Ilustrasi virus flu Babi (foto: Fpik)

Beijing, MINA – Otoritas kesehatan China melaporkan adanya peningkatan ringan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Meski tren penularan menunjukkan kenaikan, pemerintah menegaskan situasi secara nasional masih terkendali dan hingga kini.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, varian NB1.8.1 saat ini menjadi galur Covid-19 yang paling dominan. Global Times melaporkan, Jumat (24/7).

Angka positivitas memang meningkat secara bertahap, namun kapasitas layanan kesehatan dinilai masih mampu menangani perkembangan tersebut tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap sistem medis nasional.

Otoritas mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong kenaikan kasus. Pertama, meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan musim panas.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Kedua, aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di ruang tertutup berpendingin udara (AC), sehingga berpotensi mempercepat penularan virus.

Ketiga, menurunnya kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19 seiring berjalannya waktu.

Di Kota Shanghai, jumlah kunjungan ke klinik demam dilaporkan tetap stabil sepanjang Juli meskipun jumlah kasus yang tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa lonjakan kasus masih berada pada level yang dapat dikendalikan dan belum berdampak signifikan terhadap pelayanan kesehatan di kota tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Pemerintah China menegaskan belum menemukan bukti munculnya varian baru SARS-CoV-2 yang memiliki tingkat penularan atau keparahan lebih tinggi.

Seluruh kasus yang teridentifikasi masih didominasi oleh kelompok varian Omicron, sehingga strategi pengendalian yang diterapkan saat ini dinilai masih relevan untuk menekan penyebaran virus.

Kenaikan kasus di China menjadi perhatian sejumlah negara karena pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan mobilitas internasional dapat mempercepat penyebaran penyakit menular. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda