Reno, MINA – Kebakaran hutan Hawk Fire yang melanda kawasan Reno, Nevada, Amerika Serikat, meluas dengan cepat dan memaksa sekitar 42.000 warga meninggalkan rumah mereka. Sebanyak 45.000 warga lainnya juga diminta bersiap mengungsi karena api terus bergerak menuju kawasan permukiman.
Kebakaran yang mulai muncul pada Sabtu (22/8) itu telah menghanguskan lebih dari 15.000 acre atau sekitar 6.000 hektare lahan di kawasan kaki Pegunungan Sierra Nevada. Angin kencang, kondisi panas, serta vegetasi yang kering membuat api berkembang cepat dan sulit dikendalikan. Al-Jazeera melaporkan, Senin (24/8).
Pejabat setempat menyatakan kebakaran tersebut disebabkan aktivitas manusia. Namun, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui apakah api bermula akibat kelalaian atau sengaja dinyalakan. Sedikitnya enam orang mengalami luka-luka, termasuk tiga petugas pemadam kebakaran.
Gubernur Nevada Joe Lombardo telah menetapkan status darurat di Washoe County dan mengerahkan Nevada National Guard untuk membantu operasi penanganan kebakaran serta pengamanan wilayah. Lebih dari 900 personel pemadam kebakaran juga dikerahkan, didukung kendaraan pemadam, helikopter dan alat berat.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kebakaran turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Data terbaru menyebut sedikitnya 32 rumah telah hancur dan enam lainnya mengalami kerusakan. Pemadaman juga terganggu oleh angin yang berubah-ubah, sementara sejumlah ruas jalan ditutup dan ribuan pelanggan mengalami pemadaman listrik.
Petugas mulai mencatat kemajuan dalam penanganan Hawk Fire. Hingga Senin (24/8), api dilaporkan sekitar 27 persen terkendali dan sebagian perintah evakuasi mulai dikurangi. Namun, kondisi panas dan berangin masih membuat kawasan Reno menghadapi risiko kebakaran lanjutan sehingga warga diminta tetap mematuhi arahan petugas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic