Jakarta, MINA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terkait penyelenggaraan transportasi udara jemaah haji reguler dan petugas kloter untuk periode 1447H/2026M hingga 1449H/2028M.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (17/12).
Penandatanganan PKS disaksikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf, didampingi Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, jajaran pejabat Kemenhaj, serta Direktur Utama PT Garuda Indonesia Glenny Kairupan bersama manajemen.
Kerja sama tersebut menjadi fondasi strategis pemerintah dalam memastikan layanan transportasi udara haji yang berkelanjutan melalui skema kontrak tahun jamak selama tiga tahun.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf menegaskan, kerja sama tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjamin ketersediaan armada pesawat serta kapasitas kursi penerbangan bagi jemaah haji Indonesia.
“Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan untuk tiga tahun ke depan guna menjamin ketersediaan armada pesawat dan kapasitas seat yang dibutuhkan bagi jemaah haji reguler dan petugas kloter,” ujar Menteri Irfan dalam keterangan Humas Kemenhaj RI diterima MINA.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang berperan aktif dalam proses seleksi dan penyiapan transportasi udara haji.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Direktorat Angkutan Udara, Direktorat Pengoperasian dan Kelaikan Pesawat Udara, Direktorat Bandar Udara, serta Direktorat Keamanan Penerbangan.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Secara khusus, Menteri Irfan mengapresiasi komitmen PT Garuda Indonesia dalam memberikan efisiensi biaya penerbangan haji, termasuk adanya penurunan harga hingga satu juta rupiah per jemaah.
“Ini merupakan bentuk nyata kerja sama dan dedikasi Garuda Indonesia kepada jemaah haji dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami berharap pelayanan terbaik terus diberikan kepada tamu-tamu Allah dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah RI juga menekankan pentingnya kepastian slot time sesuai Rencana Perjalanan Haji, ketepatan jadwal penerbangan, kesiapan armada yang memadai dan laik operasi, ketersediaan pesawat cadangan, serta penanganan cepat dan tepat jika terjadi gangguan penerbangan.
Selain itu, penguatan komunikasi dan koordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) menjadi aspek krusial.
Menteri Irfan menegaskan seluruh ketentuan yang telah disepakati dalam PKS harus dilaksanakan secara konsisten dan penuh tanggung jawab.
“Sekecil apa pun kekurangan dalam operasional penerbangan haji akan berdampak luas karena seluruh mata masyarakat tertuju pada penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini akan sangat mempengaruhi kredibilitas pemerintah sebagai penyelenggara ibadah haji,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyampaikan, penandatanganan PKS untuk periode 1447–1449 Hijriah menegaskan penyelenggaraan penerbangan haji sebagai mandat strategis negara yang harus dijalankan secara konsisten dan terukur.
“Kerja sama ini bukan sekadar kontrak operasional, melainkan instrumen kebijakan strategis negara untuk menjamin keberlanjutan layanan haji yang aman, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan umat,” ujar Glenny.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Ia menjelaskan, pada musim haji 2026 Garuda Indonesia direncanakan melayani lebih dari 102 ribu jemaah haji reguler yang tergabung dalam 275 kelompok terbang dari 10 bandara embarkasi.
Operasional tersebut akan didukung oleh 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body), sebagai wujud kepercayaan pemerintah kepada Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional.
“Dengan niat yang baik, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta semangat kolaborasi, semoga penandatanganan hari ini menjadi langkah awal yang konstruktif dan penuh keberkahan dalam menyukseskan layanan ibadah haji tahun 2026 mendatang,” tutup Glenny.
Menutup rangkaian kegiatan, Menteri Haji dan Umrah RI kembali menyampaikan apresiasi kepada PT Garuda Indonesia dan seluruh pihak terkait, seraya berharap kerja sama ini menjadi elemen penting dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447H/2026M serta periode-periode berikutnya.[]
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic