Gaza, MINA – Kementerian Kesehatan Palestina menyebut Zionis Israel membanjiri pasar Gaza dengan “barang tak berguna” sembari memblokir masuknya obat-obatan penting dan makanan pokok, yang memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Hal itu disampaikan pejabat kesehatan setelah puluhan fasilitas medis melaporkan kekurangan obat yang akut serta meningkatnya malnutrisi di kalangan ibu dan anak. Melansir Palinfo, Rabu (14/1).
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Bursh, menyatakan bahwa meskipun pasar dipenuhi barang-barang konsumsi yang tidak esensial, obat-obatan vital, makanan bergizi, dan pasokan medis sangat terbatas karena blokade yang diberlakukan oleh pasukan penjajah Israel.
Menurutnya, kebijakan itu bukan hanya gagal memenuhi kebutuhan dasar warga sipil, tetapi merupakan bentuk “pembunuhan perlahan” terhadap penduduk Gaza.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
“Rumah sakit penuh dengan keluarga pasien, sementara persediaan medis terus merosot,” kata Al-Bursh.
Ia menjelaskan, kekurangan obat telah membatasi kemampuan tenaga medis untuk merawat pasien dengan baik.
Al-Bursh menambahkan, tingkat anemia meningkat tajam di kalangan ibu dan anak-anak, serta kasus lahir prematur semakin banyak terjadi akibat kurangnya nutrisi dan perawatan kesehatan yang layak.
Krisis ini terjadi di tengah tekanan yang lebih luas di Gaza, di saat blokade Zionis Israel menghambat masuknya pasokan penting termasuk obat-obatan, makanan, dan bahan rekonstruksi.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Sejumlah laporan kemanusiaan telah memperingatkan bahwa pembatasan ini memperburuk kondisi hidup jutaan warga sipil yang telah menghadapi perang, kerusakan infrastruktur, dan badai musim dingin yang mematikan.
Kementerian Kesehatan menilai bahwa kondisi kesehatan di Gaza saat ini sangat berbahaya, dengan rumah sakit kewalahan menampung pasien dan fasilitas medis yang kekurangan pasokan.
Al-Bursh menyerukan kepada komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan politik agar pembatasan masuknya obat, makanan, dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza segera dicabut.
Situasi ini juga memicu kritik dari berbagai organisasi internasional yang menilai kebijakan blokade terhadap Gaza sebagai pelanggaran hak asasi manusia, terutama ketika warga sipil — termasuk perempuan dan anak-anak — terus menghadapi ancaman kesehatan dan kekurangan kebutuhan dasar di wilayah yang diblokade tersebut.[]
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic