Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua MUI Ingatkan Risiko Pengiriman TNI ke Gaza di Bawah ISF

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 11 Februari 2026 - 07:34 WIB

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:34 WIB

35 Views ㅤ

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Kerja Sama Internasional (HKI) dan Kawasan Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim mengingatkan pemerintah Indonesia agar berhati-hati menyikapi isu pengiriman pasukan TNI ke Jalur Gaza, Palestina, yang belakangan ramai diberitakan sejumlah media, termasuk media Israel.

Sudarnoto menyebut kabar mengenai rencana pengiriman 5.000 hingga 8.000 tentara Indonesia ke Gaza semakin santer beredar. Bahkan, Indonesia disebut-sebut sebagai negara pertama yang akan mengirim pasukan ke wilayah tersebut, dengan laporan bahwa TNI Angkatan Darat telah melakukan sejumlah persiapan.

Menurut Sudarnoto, jika pengiriman pasukan itu dilakukan dalam kerangka International Stabilization Force (ISF), maka perlu dicermati secara serius karena ia menilai ISF berada di bawah kendali Amerika Serikat dan memiliki agenda keamanan regional pasca konflik.

“Arahnya sebetulnya menciptakan stabilitas wilayah Gaza pasca konflik. Spirit ISF ini sejalan dengan program demiliterisasi di Gaza dan Palestina secara keseluruhan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Senin.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Ia menilai program tersebut berpotensi mengarah pada pelucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, terutama Hamas, yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi agresi Israel.

“Logikanya jelas, selama ada Hamas dan Hamas bersenjata, maka keamanan wilayah dianggap tidak akan terwujud. Karena itu Hamas harus dilucuti senjatanya, bukan tentara Israel,” tegasnya.

Sudarnoto juga menyoroti bahwa hingga kini ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL di Lebanon atau UNDOF di Dataran Tinggi Golan yang berada di bawah mandat Dewan Keamanan PBB.

Karena itu, ia memperingatkan Indonesia agar tidak terjebak dalam agenda hegemonik Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi menundukkan Gaza dan Palestina.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

“Jika tidak dipertimbangkan matang, pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas. Ini tidak boleh terjadi. Reputasi Indonesia sebagai bangsa yang selama ini membela Palestina bisa jatuh,” katanya.

Lebih lanjut, Sudarnoto menegaskan bahwa perjuangan Indonesia selama ini adalah mendukung kemerdekaan Palestina dan menghapus penjajahan di muka bumi, termasuk penjajahan Israel atas wilayah Palestina.

“ISF bukan instrumen perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Sangat rasional untuk mempertimbangkan kembali pengiriman tentara Indonesia ke Gaza dalam kerangka ISF,” pungkasnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Rekomendasi untuk Anda