Kairo, MINA – Pertemuan pertama Komite Administrasi Gaza resmi dimulai pada Jumat (16/1) di Kairo. Media Mesir melaporkan, komite Palestina yang baru dibentuk itu mulai menjalankan tugasnya dengan fokus utama pada bantuan kemanusiaan serta rencana rekonstruksi Gaza pascaperang.
Qahera News TV menyebutkan, sidang awal Komite Nasional Palestina yang diberi mandat mengelola Jalur Gaza digelar di ibu kota Mesir. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah darurat bantuan serta kerangka kerja pembangunan kembali wilayah tersebut setelah konflik berkepanjangan.
Sumber-sumber lokal, Palestina, regional, hingga media internasional sebelumnya melaporkan bahwa sebuah komite teknokratik telah dibentuk, lengkap dengan penunjukan anggota-anggota Palestina yang akan menjalankan fungsi pemerintahan sipil di Gaza.
Pembentukan komite ini terjadi setelah Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya fase kedua rencana Amerika Serikat terkait Gaza. Pengumuman itu disampaikan menyusul hasil pembicaraan antar faksi Palestina yang digelar di Kairo.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Fase kedua tersebut berfokus pada kerangka Dewan Perdamaian (Peace Council) yang menggabungkan komite teknokratik Palestina dengan pasukan stabilisasi internasional untuk mengelola masa transisi di Gaza.
Dalam skema tersebut, komite teknokratik akan menangani administrasi sipil dan layanan dasar seiring dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza, sementara pasukan internasional bertugas menjaga keamanan dan stabilitas secara sementara.
Struktur ini disebut-sebut akan beroperasi di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menurut sejumlah sumber, komite teknokratik tersebut diketuai oleh Ali Shaath, mantan wakil menteri perencanaan Palestina. Sejumlah anggota yang telah diketahui antara lain Omar Shamaly yang menangani sektor telekomunikasi, Abdul Karim Ashour bidang pertanian, Raed Yaghi sektor kesehatan, Raed Abu Ramadan urusan perdagangan dan ekonomi, Jabr al-Daour bidang pendidikan, Bashir al-Rais bidang keuangan, Ali Barhoum urusan air dan pemerintahan kota, serta Hanaa Tarzi yang menangani urusan sosial dan isu perempuan.[]
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic