Karachi, MINA – Kriket bukan sekadar olahraga di Pakistan. Kriket adalah identitas, gairah, dan kebanggaan nasional yang menyatukan jutaan orang.
Namun, di balik gemerlapnya Pakistan Super League (PSL) dan antusiasme penggemar, ada realita pahit yang harus dihadapi, yaitu prestasi tim nasional yang terus menurun, sistem domestik yang tak stabil, dan kritik pedas dari para legenda.
Pakistan Super League (PSL) 2026 menjadi edisi ke-11 dan terbesar dalam sejarah. Turnamen ini diperluas menjadi 8 tim, dengan kehadiran Hyderabad Kingsmen dan Rawalpindiz sebagai pendatang baru. Total 44 pertandingan dimainkan dari 26 Maret hingga 3 Mei 2026.
Namun, ada yang berbeda tahun ini. Karena konflik di kawasan Teluk, PSL 2026 digelar tanpa penonton dan hanya menggunakan dua venue, yaitu Gaddafi Stadium di Lahore dan National Bank Stadium di Karachi. Upacara pembukaan tradisional pun dibatalkan.
Baca Juga: Usai Juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Piala Asia 2027
Lahore Qalandars datang sebagai juara bertahan, dipimpin Shaheen Shah Afridi. Sementara Karachi Kings diperkuat David Warner, dan Multan Sultans mendatangkan Steve Smith.
Prestasi Timnas yang Menurun
Jika PSL berkembang, berbeda halnya dengan performa tim nasional. Pakistan menelan kekalahan telak 3-0 dari Inggris dalam seri Test terbaru. Di Piala Dunia T20 2026, Pakistan juga tersingkir setelah kalah dari India dan Inggris.
Legenda Pakistan, Wasim Akram, tidak bisa menahan kekecewaannya.
Baca Juga: Ini Kata-Kata Pelatih John Herdman Usai Timnas Juara FIFA ASEAN Cup 2026
“Saya sudah tahu sebelum seri Test dimulai di Inggris, kami akan kalah 3-0 karena masalah yang jelas di batting dan bowling kami,” ujarnya.
Akram menegaskan bahwa masalahnya bukan sekadar di pemain, tetapi sistem yang lebih dalam.
Di tengah kritik, Pakistan Cricket Board (PCB) berusaha bangkit. Untuk musim 2026-27, pengurus merombak struktur domestik dengan memperluas jumlah tim regional dan membagi Quaid-e-Azam Trophy menjadi Gold dan Silver.
Baca Juga: Timnas Portugal Masih Buka Pintu untuk Ronaldo, Pelatih Jorge Jesus Sebut Hanya Kesalahpahaman
PCB juga memberlakukan aturan baru: pemain yang tidak tampil di kriket domestik tidak akan mendapatkan kontrak pusat . Kebijakan ini bertujuan memaksa para bintang untuk turun ke level domestik dan meningkatkan standar kompetisi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: “King Indo” Resmi Jadi “King ASEAN”
















Mina Indonesia
Mina Arabic