Jakarta (MINA) – Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (2/7) memburuk dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) mencapai angka 155 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan data terbaru dari situs pemantau kualitas udara, kondisi tersebut menunjukkan tingkat pencemaran udara di ibu kota telah berada pada level yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kelompok yang paling rentan terdampak meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Pada kategori “tidak sehat”, masyarakat umum mulai berpotensi mengalami gangguan kesehatan, sementara kelompok sensitif dapat mengalami dampak yang lebih serius akibat paparan polusi udara.
Sejak pagi hari, sejumlah wilayah di Jakarta terpantau diselimuti kabut polusi. Tingginya konsentrasi partikel halus di udara diduga dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta kondisi cuaca yang minim pergerakan angin sehingga polutan terperangkap di lapisan udara dekat permukaan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama bagi kelompok rentan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga disarankan untuk membantu mengurangi paparan partikel polusi udara.
Selain itu, warga dianjurkan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
















Mina Indonesia
Mina Arabic