Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips Menjaga Kesehatan Saat Musim Kemarau

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 9 menit yang lalu

9 menit yang lalu

0 Views

MUSIM KEMARAU sebentar lagi tiba. Cuaca panas yang menyengat, debu beterbangan, dan udara kering akan menjadi pemandangan sehari-hari.

Banyak dari kita mungkin merasa bersemangat karena tidak perlu lagi khawatir kehujanan saat beraktivitas. Namun, di balik langit biru yang cerah, musim kemarau menyimpan sejumlah ancaman kesehatan yang seringkali disepelekan.

Dehidrasi, sariawan, gangguan pernapasan akibat debu, hingga penyakit kulit seperti biang keringat adalah tamu tak diundang yang kerap datang bersama kemarau.

Agar Anda dan keluarga tetap bugar menjalani hari-hari panas, berikut adalah tips praktis menjaga kesehatan di musim kemarau.

Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat Agar Tidak Mudah Sakit

  1. Minum Jangan Tunggu Haus

Ini adalah tips paling fundamental namun paling sering dilanggar. Saat suhu udara meningkat, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk mendinginkan diri. Jika cairan yang keluar tidak digantikan, berisiko mengalami dehidrasi ringan hingga berat.

Tanda-tanda dehidrasi: pusing, mulut kering, urine berwarna kuning pekat, dan lemas.

Beberapa tipsnya antara lain:

  • Minum air putih minimal 2-3 liter per hari (sekitar 8-12 gelas). Jangan tunggu merasa haus karena rasa haus adalah tanda awal dehidrasi.
  • Konsumsi buah dan sayur berair seperti semangka, melon, timun, dan jeruk. Selain menyegarkan, kandungan vitaminnya juga meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Hindari minuman berkafein dan bersoda secara berlebihan karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil terus-menerus).
  1. Lindungi Kulit dari Sinar Iritasi

Paparan sinar matahari langsung tidak hanya membuat kulit menjadi gelap, tetapi juga menyebabkan kulit terbakar (sunburn), penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka panjang. Selain itu, panas dan keringat berlebih bisa memicu biang keringat dan jerawat.

Baca Juga: Peserta JKN Tetap Bisa Berobat di Luar Daerah Saat Mudik Lebaran

Tips untuk mengatasi hal ini, antara lain:

  • Gunakan tabir surya (sunscreen) dengan SPF minimal 30 setiap kali hendak beraktivitas di luar ruangan, oleskan 15-30 menit sebelum pergi.
  • Kenakan pakaian berbahan katun yang longgar dan berwarna terang untuk memantulkan panas dan menyerap keringat.
  • Mandilah 2 kali sehari untuk membersihkan keringat dan debu yang menempel di kulit. Gunakan sabun yang lembut agar kulit tidak kering.
  1. Waspada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Udara kering dan debu yang beterbangan menjadi media sempurna bagi virus dan bakteri untuk masuk ke saluran pernapasan. Debu juga bisa memicu kekambuhan asma atau alergi.

Tipsnya untuk hal seperti ini, yaitu:

  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika Anda melewati area berdebu atau macet.
  • Sering-seringlah membersihkan rumah dengan lap basah, bukan sapu lidi, agar debu tidak beterbangan.
  • Gunakan pelembab udara (humidifier) di dalam ruangan, terutama kamar tidur, untuk menjaga kelembaban saluran napas. Alternatif murah: letakkan baskom berisi air di sudut ruangan.
  1. Jaga Kebersihan Mulut dan Tenggorokan

Cuaca panas seringkali membuat bibir pecah-pecah dan tenggorokan kering. Kondisi ini memudahkan sariawan dan radang tenggorokan muncul.

Baca Juga: Penelitian Menemukan Batu Ginjal Mungkin Mengandung Ekosistem Mikroba Tersembunyi

Tips menghadapi masalah ini adalah:

  • Konsumsi vitamin C dan vitamin B kompleks (dari buah-buahan atau suplemen) untuk memperkuat daya tahan mukosa mulut.
  • Berkumurlah dengan air garam hangat jika tenggorokan terasa gatal atau kering.
  • Oleskan pelembab bibir (lip balm) secara rutin untuk mencegah bibir pecah-pecah yang bisa menjadi pintu masuk infeksi.
  1. Perhatikan Kebersihan Makanan

Pada suhu panas, makanan lebih cepat basi karena bakteri berkembang biak lebih cepat. Keracunan makanan adalah salah satu keluhan umum saat musim kemarau.

Tips untuk masalah kebersihan makanan ini, terdiri dari:

  • Hindari menjajakan makanan di luar kulkas lebih dari 2 jam. Jika makan di luar, pastikan makanan disajikan dalam keadaan panas.
  • Perbanyak makan makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt atau tempe untuk menjaga kesehatan usus.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, karena debu yang menempel di tangan bisa membawa kuman.
  1. Atur Jam Aktivitas Luar Ruangan

Sinar matahari paling terik biasanya berada pada pukul 10.00 hingga 14.00. Beraktivitas fisik berat di jam-jam tersebut dapat menyebabkan heat stroke (sengatan panas) yang berbahaya.

Baca Juga: Kebiasaan Membaca Al-Qur’an Bikin Sehat, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tips bekerja di luar ruangan, di antaranya:

  • Lakukan olahraga atau aktivitas luar ruangan di pagi hari (sebelum pukul 9.00) atau sore hari (setelah pukul 16.00).
  • Jika terpaksa keluar di siang hari, gunakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan payung untuk meminimalisir paparan langsung.
  1. Jangan Lupakan Kesehatan Mata

Debu dan sinar UV tidak hanya berbahaya bagi kulit tetapi juga mata. Iritasi mata, mata kering, hingga konjungtivitis bisa terjadi.

Tips menjaga Kesehatan mata saat musim kemarau:

  • Gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV saat berkendara atau beraktivitas di bawah terik matahari.
  • Hindari mengucek mata jika terkena debu. Bilas dengan air bersih atau teteskan obat tetes mata yang melembabkan.
  • Jika mata terasa gatal dan berair berkepanjangan, segera periksakan ke dokter.

Periksa ke Dokter

Baca Juga: Manfaat Berbuka Puasa dengan Air, Perhatikan Takaran Idealnya

Meskipun sudah melakukan berbagai tips di atas, jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis:

  • Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun selama 2-3 hari.
  • Pusing hebat disertai mual dan muntah.
  • Napas terasa sesak atau batuk berdahak hijau/berdarah.
  • Urine tidak keluar selama lebih dari 6-8 jam (tanda dehidrasi berat).

Penutup

Musim kemarau bukanlah musuh, selama kita tahu cara menyikapinya. Kunci utamanya sederhana: cukup minum, lindungi kulit dan pernapasan dari debu, serta jaga kebersihan diri dan makanan.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat di atas, Anda tidak hanya akan selamat dari panas terik, tetapi juga tetap produktif dan bahagia sepanjang musim kemarau.

Baca Juga: Buka Puasa, Makan Dulu atau Minum Dulu? Ini Kata Pakar Kesehatan

Semoga kita dapat menjalani musim kemarau dengan sehat. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Manfaat Makan Kurma bagi Kesehatan, Ini Batasan Jumlahnya

Rekomendasi untuk Anda

MINA Health
Tausiyah
MINA Health
MINA Health
Indonesia
Indonesia