SELAT HORMUZ mendadak viral. Nama jalur perairan sempit yang terletak di antara Iran (utara) dan Oman (selatan) itu menjadi perhatian dunia setelah Iran memblokadenya sejak serangan AS-Israel, 28 Februari 2026 lalu.
Amerika Serikat pun berusaha mengendalikannya melalui blokade di Perairan Arab, jalur perairan setelah melewati Selat Hormuz.
Pada titik tersempitnya, Selat Hormuz hanya selebar 21 mil laut (sekitar 39 km). Di titik ini, kapal yang melintas harus melewati perairan teritorial Iran atau Oman.
Naming tidak banyak yang tahu, seperti apa asal-usul nama Hormuz itu? Berikut ceritanya.
Baca Juga: “No Deal Reached”, Perang Panjang Meluas dan Urgensi Koalisi untuk Keadilan dan Kemanusiaan
Ada dua nama Hormuz dalam Riwayat Persia (Iran kuno).
Pertama, Hormuz merupakan salah nama dewa dalam kepercayaan Zoroastrian.
Sebagian besar ahli meyakini nama Hormuz berasal dari “Hormoz” atau “Ahura Mazda”, yaitu dewa tertinggi dalam kepercayaan Zoroastrianisme (agama kuno Persia sebelum Islam). Ini mirip seperti konsep Tuhan dalam ajaran tersebut.
Kedua, Hormuz berasal dari kata lokal dalam bahasa Persia kuno, Hur-mogh, yang berarti “pohon kurma”, tanaman yang sangat umum di wilayah tersebut.
Baca Juga: Global Sumud Flotilla 2.0 Berlayar Menembus Blokade Gaza
Ada juga Hormuz (Hormozd), nama seorang panglima Persia.
Panglima Hormozd pernah berperang dan duel datu lawan satu melawan panglima Islam Khalida bin Walid, Sang Pedang Allah (Saefullah).
Duel tersebut terjadi pada tahun 633 M dalam sebuah pertempuran besar bernama Pertempuran Rantai (Battle of the Chains) di daratan Irak, bukan di laut.
Namun, panglima Hormozd ini tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Karena julukan Selat Hormuz sudah dikenal berabad-abad sebelum adanya Khalid bin Walid. Pertempuran Khalida dan Hormozd pun tidak terjadi di selat tersebut.
Baca Juga: Antisipasi Hadapi Godzilla El Nino 2026
Jika dilihat dari hitungan tahun, nama Hormuz sudah dipakai sejak Persia Kuno, berasal dari nama Ahura Mazda, dewa tertinggi Zoroastrianisme.
Pada abad ke-3 M, nama Hormuz dipakai oleh beberapa raja Persia, pada era kekaisaran Sassniyah.
Adapun duel Panglima Khalid bin Walid dan panglima Hormozd terjadi pada tahun 633 M.
Pada abad ke-10 M berdiri Kerajaan Hormuz (Ormus), yang juga mengacu pada nama kuno Hormuz.
Baca Juga: Bagaimana China Antisipasi Pasokan Energi Terkait Penutupan Selat Hormuz?
Nama tersebut kemudian dipakai sebagai nama geografis Selat Hormuz, hingga kini.
Selat Hormuz ini menjadi sebuah pintu gerbang koridor perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman (Laut Arab).
Letaknya sangat strategis, dengan beberapa negara Arab yang akan menjual hasil minyaknya ke Eropa hingga Asia harus melalui selat ini, yaitu: Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Iran sendiri. []
Mi’raj News Agency (MINA
Baca Juga: Gagal di Islamabad, Dunia Kembali Hadapi Bayang-Bayang Perang AS-Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic