Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Pada Rabu (5/8) pagi, ibu kota Indonesia tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan pemantauan lembaga pemantau kualitas udara global, IQAir.
Data IQAir pada pukul 06.10 WIB menunjukkan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta mencapai 171, yang masuk dalam kategori tidak sehat (unhealthy). Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 84 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut menunjukkan tingkat pencemaran udara yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.
Partikel PM2.5 merupakan polutan berukuran sangat kecil yang dapat menembus hingga ke paru-paru bahkan masuk ke aliran darah. Paparan jangka pendek maupun jangka panjang terhadap polutan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga kematian dini.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Rabu 4 November 2026
Dengan capaian AQI tersebut, Jakarta berada di atas sejumlah kota besar dunia yang selama ini dikenal memiliki tingkat polusi udara tinggi. Kondisi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa kualitas udara di ibu kota masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari ketika tingkat polusi masih tinggi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker KN95 atau N95, serta menutup jendela rumah apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui aplikasi atau situs pemantauan resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari sesuai kondisi udara yang berlaku.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara melalui pengawasan emisi kendaraan bermotor, industri, serta peningkatan ruang terbuka hijau sebagai langkah jangka panjang untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. []
Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, 4 November 2026, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Lebat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic