Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Landasan Helikopter PBB di Lebanon Dihantam Dua Peluru Artileri Israel

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

10 Views ㅤ

Pasukan Keamanan PBB UNIFIL. (Quds Press)

Beirut, MINA – Landasan helikopter Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dihantam dua peluru artileri Israel.

UNIFIL menjelaskan dalam sebuah pernyataan, kedua peluru tersebut, kemungkinan besar suar mortir, mengenai landasan helikopter dan gerbang utama situs PBB di barat daya kota Yaroun di distrik Bint Jbeil. Quds Press melaporkan, Selasa (13/1).

Laporan mencatat pasukan penjaga perdamaian segera pergi ke tempat perlindungan untuk keselamatan mereka, dan tidak ada yang terluka, dan membenarkan UNIFIL telah mengirimkan permintaan gencatan senjata kepada tentara Israel.

Permintaan ini diajukan menyusul pelanggaran hampir setiap hari oleh tentara pendudukan terhadap perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada akhir November 2024, yang melebihi 10.000 pelanggaran, termasuk serangkaian serangan yang menyebabkan kematian dan cedera ratusan warga Lebanon serta menyebabkan kerusakan material.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Spanyol mengumumkan bahwa patroli UNIFIL ditembak oleh tank Israel, tanpa menimbulkan kerusakan apa pun, di zona penyangga di Lebanon selatan dekat kota Khiam, di mana 3 peluru jatuh pada jarak antara 150 dan 380 meter dari patroli tersebut.

Kementerian tersebut memperingatkan bahwa setiap tindakan permusuhan terhadap UNIFIL merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan 1701 dan membahayakan keselamatan pasukan internasional.

Resolusi 1701, yang diadopsi pada 11 Agustus 2006, bertujuan untuk menghentikan permusuhan antara Hizbullah dan Israel, dan untuk menetapkan zona demiliterisasi antara Garis Biru dan Sungai Litani di Lebanon selatan, dengan pengecualian tentara Lebanon dan pasukan UNIFIL.

Pada Agustus 2025, Dewan Keamanan memberikan suara untuk memperpanjang mandat UNIFIL hingga akhir tahun 2026, dengan pasukan tersebut diperkirakan akan menarik diri dari Lebanon pada akhir tahun 2027. []

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda