Roma, MINA – Presiden Italia Sergio Mattarella mengecam keras serangan Israel terhadap markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).
Kecaman itu disampaikan Mattarella dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada Kamis (14/5).
Mattarella menyebut tindakan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional serta perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.
Media Italia Sky TG24 melaporkan, pemerintah Italia menuntut adanya penghormatan penuh terhadap keselamatan personel UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas di Lebanon selatan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Insiden tersebut menambah daftar panjang ketegangan antara Israel dan pasukan penjaga perdamaian internasional di Lebanon.
Sebelumnya, kendaraan milik kontingen Italia dalam misi UNIFIL juga dilaporkan terkena tembakan peringatan dari militer Israel hingga mengalami kerusakan ringan. Pemerintah Italia kala itu langsung memanggil duta besar Israel di Roma untuk meminta penjelasan resmi.
Italia merupakan salah satu negara kontributor utama dalam misi UNIFIL yang berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1978.
Pasukan tersebut bertugas memantau penghentian konflik dan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon-Israel. Misi UNIFIL kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah serangan dan pelanggaran keamanan terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Situasi keamanan di Lebanon selatan juga mendapat perhatian Indonesia karena prajurit TNI tergabung dalam misi perdamaian tersebut.
Pada akhir Maret lalu, tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam serangkaian insiden di wilayah operasi UNIFIL. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut salah satu serangan berasal dari tembakan tank Israel, sementara ledakan lain diduga dipicu bahan peledak yang dipasang kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Sejumlah negara Eropa kini mendesak semua pihak menahan diri dan menghormati mandat pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Meningkatnya serangan terhadap personel UNIFIL dapat memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di tengah memanasnya situasi antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic