Abdullah Mutholib: Lima Kunci Sukses Sekolahkan Santri di Pondok Pesantren

Bandar Lampung, MINA – Ada lima kunci sukses sekolahkan anak di pondok pesantren.

Hal ini disampaikan Pembina Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Abdullah Mutholib pada pertemuan dengan Wali Santri Baru di Aula At-Taqwa Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Senin, (8/9).

lima kunci tersebut disingkat TITIP dengan Kunci yang pertama yaitu Tega. “Orang tua harus tega meninggalkan anaknya di pondok. Biasanya para ibu punya sindrom Tidak Tegaan,” katanya.

Kunci kedua, Ikhlas. “Sebagaimana biasanya, bahwa anak akan dididik, dan diajar, para orang tua juga harus ikhlas purta-putrinya menjalani proses pendidikan itu; dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dibatasi waktu tidurnya, dan sebagainya,” katanya.

Kunci yang ketiga, Tawakkal. Setelah menetapkan hati untuk Tega dan Ikhlas, serahkan semua pada Allah.

Kunci yang keempat, Ikhitiar untuk ini yang utama adalah dana.

Ditutup dengan kunci yang terakhir, yaitu Percaya.

“Semua yang mereka dapatkan di Pondok adalah bentuk Pembinaan. Jadi jika melihat anak-anaknya diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan,” kata Abdullah.

Pada tahun ajaran 2019-2020 ini terdapat 688 calon santri yang mendaftarkan diri di pondok pesantren ini. Yang sudah dinyatakan lulus sebanyak 579 calon santri.

Ponpes Al-Fatah Lampung merupakan ponpes yang dikenal dengan multiple kurikulumnya. Menekankan tiga aspek target keahlilan bagi santri, yakni kemampuan baca kitab kuning, kemampuan berbahasa Arab Inggris, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Al-Qur’an sebagai basicnya.

Sudah meluluskan 25 angkatan dengan 2000-an alumni yang tersebar di sekitar 33 Perguruan Tinggi di dalam negeri dan 8 Perguruan Tinggi luar negeri. (L/uus/B01).

 

Mi’raj News Agency (MINA).