Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masoud Pazeskhian: Hanya dengan Kekuatan, Iran Bisa Akhiri Perang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:37 WIB

15 Views ㅤ

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (foto: Dok MINA)

Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan sudah saatnya perang dengan Amerika Serikat diakhiri ketika Teheran merasa berada dalam posisi yang lebih kuat.

Pernyataan itu disampaikan saat konflik Iran-AS yang telah berlangsung berbulan-bulan masih menemui jalan buntu dan tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran terus meningkat. Tasnim melaporkan.

Pezeshkian menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan dengan para dokter di Teheran, Jumat (21/8). Ia menilai perang sebaiknya diakhiri saat Iran berada dalam posisi “kekuatan dan martabat”, seraya mengklaim dunia internasional mengakui keberhasilan Iran dalam menghadapi serangan Amerika Serikat.

Menurut Pezeshkian, kesepakatan yang sebelumnya dicapai Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang juga tidak menunjukkan bahwa Teheran menyerah. Ia menegaskan tidak terdapat klausul dalam kesepakatan tersebut yang menunjukkan Iran melakukan kapitulasi kepada Washington.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pernyataan Pezeshkian muncul ketika jalur diplomasi kedua negara masih mengalami kebuntuan. Di sisi lain, Selat Hormuz tetap menjadi titik penting dalam konflik tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan tekanan terhadap Iran melalui langkah-langkah ekonomi dan blokade laut.

Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan rencana memperketat sanksi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan menerapkan langkah ekonomi yang sangat keras untuk menekan Teheran, sementara Iran mengecam kebijakan tersebut sebagai bentuk “terorisme ekonomi” dan menyatakan akan memberikan respons.

Situasi ekonomi Iran sendiri semakin tertekan akibat perang, sanksi dan gangguan perdagangan. Laporan terbaru menyebut inflasi meningkat tajam, nilai mata uang melemah dan masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Dalam kondisi tersebut, pernyataan Pezeshkian menunjukkan adanya dorongan untuk mengakhiri konflik melalui kesepakatan, tetapi dengan syarat Iran tidak diposisikan sebagai pihak yang menyerah. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda