Jakarta, MINA – Ketergantungan pada iklan dan platform global dinilai tidak lagi berkelanjutan, media dituntut mengoptimalkan ekosistem digital, memperkuat kepercayaan audiens, dan mengembangkan pendanaan alternatif.
Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Akselerasi Ekonomi Media Melalui Optimalisasi Platform Digital, yang digelar secara daring oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan MINANEWS.NET, Kamis (8/1).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat UMJ, yang bertujuan memperkuat kapasitas media, khususnya media Islam, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.
Narasumber utama, Dr. Roni Tabroni, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung, menegaskan bahwa media tidak lagi bisa bergantung pada satu sumber pendapatan.
Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas
“Model iklan konvensional terus menurun, sementara ketergantungan pada platform global sangat tinggi. Media harus berani melakukan diversifikasi platform dan inovasi model bisnis agar tetap berkelanjutan,” ujar Roni.
Ia menjelaskan, optimalisasi platform digital dapat dilakukan melalui penguatan ekosistem media, mulai dari pemanfaatan media sosial, website, podcast, hingga konten video, disertai strategi monetisasi cerdas seperti keanggotaan, konten premium, dan kolaborasi berbasis komunitas.
Menurut Roni, media Islam justru memiliki peluang besar karena tingkat kepercayaan publik yang relatif tinggi serta kuatnya budaya filantropi di masyarakat.
“Kepercayaan adalah modal utama. Jika media mampu menjaga kualitas, akurasi, dan nilai, maka dukungan publik akan mengikuti, baik dalam bentuk audiens maupun pendanaan,” katanya.
Baca Juga: Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Dibebaskan hingga 31 Desember 2026
Sementara itu, Pemimpin Redaksi MINANEWS.NET, Arif Ramdan, sebagai penanggap, menilai workshop tersebut relevan dengan kebutuhan media alternatif saat ini.
“MINANEWS merasakan langsung tantangan ekonomi media digital. Optimalisasi platform dan penguatan komunitas pembaca menjadi kunci agar media tetap independen dan berkelanjutan,” ujar Arif.
Ia menambahkan, media perlu mengembangkan konten lokal dan isu-isu kemanusiaan yang jarang mendapat ruang di media arus utama, karena hal tersebut dapat menjadi pembeda sekaligus peluang ekonomi.
Workshop ini dipandu oleh Dr. Asep Setiawan, Dosen Magister Ilmu Politik FISIP UMJ, yang menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi media.
Baca Juga: Kualitas Udara Kota Palangka Raya Berbahaya, 9 Daerah Lain Tidak Sehat
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong penguatan media melalui riset, pelatihan, dan pendampingan. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian dari solusi,” kata Asep.
Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, jurnalis, dan pegiat media. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada strategi praktis menghadapi tantangan ekonomi media di era digital.
Melalui workshop ini, UMJ dan MINANEWS berharap media Islam dan media independen di Indonesia dapat semakin adaptif, inovatif, serta berdaya saing tanpa kehilangan nilai dan idealismenya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Rabu 4 November Rp18.106 per Dolar AS, Analis: Tetap Rawan Melemah
















Mina Indonesia
Mina Arabic