Jakarta, MINA – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengukuhkan 10.000 Guru Qur’an Indonesia sekaligus membuka secara resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/8).
“Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji, selamat jalan, selamat berjuang dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia berkah dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar,” ucapnya dihadapan ribuan peserta Taligh Akbar Nasional dan para Guru Qur’an.
Dalam sambutannya, Menang mengaku merinding menyaksikan langsung tonggak sejarah yang pertama kali ada di Masjid Istiqlal yakni pengukuhan 10.000 Guru Qur’an Indonesia, terlebih lagi beberapa hari yang lalu Indonesia merayakan kemerdekaanya yang ke 81 tahun.
“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil, kalau 10.000 orang ini membebaskan 10 orang, maka Insya Allah dalam tempo 3 tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur’an,” ungkapnya.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Ia mengungkapkan jumlah buta huruf Al-Qur’an di Indonesia ada sekitar 60%, dan tugas ini tidak bisa diemban oleh pemerintah saja termasuk Kemenag, namun membutuhkan peran dan kotribusi ormas Islam dan kita semua.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut juga memberikan apresiasi spesial kepada Wahdah Islamiyah secara khusus kepada Pimpinan umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin atas pergerakan yang dilakukan sangat luar biasa
”Ustadz Zaitun Rasmin melakukan pergerakan yang sangat luar biasa, menggerakkan ormas wahdah islamiyah yang relatif baru, namun massanya sudah menjangkau seluruh indonesia yang bisa kita lihat pada acara kita hari ini. Saya berksimpulan bahwa semua niat yang luhur akan dibantu oleh Allah,” imbuhnya.
Mengakhiri sambutannya, Nasaruddin memotivasi para peserta agar meneladani sahabat-sahabat Nabi yang mayoritas dari 500 orang sahabat utamanya, meninggal bukan di tanah kelahirannya. Artinya, mereka adalah orang yang memilih meninggalkan tempat kelahirannya untuk menebar risalah Allah, mengajarkan Al-Qur’an dan berdakwah di masyarakat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic