Kairo, MINA – Mesir menuduh Israel menghambat ketentuan-ketentuan gencatan senjata, terutama masuknya bantuan kemanusiaan dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dalam pernyataannya yang dikutip Jumat (18/9) menyampaikan, Israel menghambat pelaksanaan penuh rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang disetujui pada Oktober tahun lalu.
Ia juga menyoroti seriusnya situasi di Tepi Barat yang diduduki.
Abdelatty mengaitkannya dengan kekerasan dan intimidasi pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina, yang bertujuan men-Yahudikan Tepi Barat dan memindahkan penduduknya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mesir memiliki posisi yang sangat penting dalam konflik Gaza. Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah, Mesir menjadi salah satu pihak kunci dalam setiap perundingan gencatan senjata.
Selain itu, Mesir adalah salah satu mediator utama bersama Qatar dan Turkibdalam negosiasi antara Israel dan Hamas sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian untuk Gaza pada Februari 2025. Rencana tersebut kemudian disetujui pada Oktober 2025 dan menjadi dasar dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Untuk mengawasi pelaksanaan rencana ini, dibentuklah Board of Peace yang diketuai langsung oleh Trump, dengan Nickolay Mladenov sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza. Board ini bertugas mengawasi transisi Gaza, termasuk pemerintahan, keamanan, dan rekonstruksi.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, pelaksanaannya jauh dari mulus. Israel terus melakukan pelanggaran yang menewaskan warga Palestina.
Hingga September 2026, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.370 warga Palestina tewas dan 4.650 lainnya terluka sejak gencatan senjata berlaku.
Selain itu, ketentuan-ketentuan utama dalam kesepakatan, seperti penarikan penuh pasukan Israel dan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang disepakati belum terwujud. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic