London, MINA — Panglima militer Inggris, Air Chief Marshal Sir Richard Knighton menyerukan kepada seluruh warga Inggris, termasuk generasi muda untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi peningkatan ancaman dari Rusia, menyusul ketegangan geopolitik yang terus membayangi Negeri Ratu Elizabeth itu.
Dalam pidato di sebuah think tank terkemuka di London, Knighton mengatakan bahwa meskipun harapan untuk perdamaian tetap menjadi tujuan utama, warga Inggris tidak boleh lengah terhadap potensi konflik dengan Rusia yang ia gambarkan sebagai ancaman yang serius dan terus berkembang. Anadolu melaporkan, Kamis (18/12).
Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran di tingkat tertinggi militer terhadap kemampuan Rusia yang terus memperkuat kekuatan angkatan bersenjatanya di tengah perang berkepanjangan dengan Ukraina, yang menurut para analis bisa berdampak pada stabilitas Eropa secara lebih luas.
Knighton menegaskan bahwa keterlibatan warga dalam pertahanan negara bukan hanya terbatas pada militer profesional, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan komunitas, pendidikan bela negara, dan pemahaman publik terhadap risiko yang ada, seraya menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik di seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela
Seruan ini datang di tengah upaya pemerintah Inggris memperkuat kekuatan pertahanan nasional, termasuk melalui peningkatan alokasi anggaran militer dan peninjauan ulang strategi pertahanan serta kerja sama dengan sekutu NATO untuk menghadapi dinamika ancaman global.
Reaksi publik atas pernyataan tersebut beragam, dengan sebagian warga menyambut ajakan kesiapsiagaan sebagai langkah realistis menghadapi ancaman yang dinilai nyata, sementara sebagian lainnya mempertanyakan apakah situasi saat ini benar-benar mengarah kepada konflik langsung di wilayah Eropa barat.
Kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik antara Rusia dan negara NATO, termasuk Inggris, telah meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 yang memicu gelombang dukungan Barat terhadap Kyiv dan penambahan aktivitas militer di perbatasan Eropa Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat militer dan intelijen Inggris serta sekutu menekankan kebutuhan untuk meningkatkan kesiapan nasional, termasuk melalui modernisasi militer dan penguatan aliansi pertahanan kolektif, sebagai respons terhadap ancaman yang terus berubah dari Rusia. []
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic