Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedubes Rusia Beri Klarifikasi terkait 8 WNI Disebut Jadi Tentaranya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 1 September 2026 - 20:51 WIB

Selasa, 1 September 2026 - 20:51 WIB

51 Views ㅤ

Kedubes Rusia Beri Klarifikasi terkait 8 WNI Disebut Jadi Tentaranya
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Kedutaan Besar Rusia di Jakarta membantah terlibat dalam perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov pada Selasa (1/9) menegaskan, perwakilan diplomatik Rusia tidak melakukan perekrutan warga asing untuk menjadi personel militer Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim menemukan dokumen mengenai sedikitnya delapan WNI yang direkrut ke dalam barisan militer Rusia.

Intelijen Ukraina menyebut para WNI tersebut awalnya ditawari pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, pekerjaan non-tempur, hingga peluang memperoleh kewarganegaraan Rusia. Pemerintah Indonesia kini masih memverifikasi klaim tersebut.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Tolchenov tidak menampik adanya warga negara asing yang bergabung dengan militer Rusia ketika berada di negara tersebut. Mereka, menurut dia, berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan.

Namun, keputusan untuk bergabung disebut merupakan pilihan pribadi masing-masing dan bukan hasil perekrutan yang dilakukan Kedutaan Besar Rusia.

“Kedutaan besar sama sekali tidak terlibat melakukan rekrutmen” warga asing untuk angkatan bersenjata Rusia, kata Tolchenov.

Ia juga menyatakan Kedubes Rusia siap memberikan penjelasan dan bekerja sama apabila Kementerian Luar Negeri RI membutuhkan informasi untuk memastikan keberadaan maupun status delapan WNI yang disebut dalam laporan Ukraina.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Sementara itu, Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah mencermati informasi dari otoritas Ukraina tersebut. Kemlu melakukan verifikasi melalui perwakilan Indonesia di Rusia dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

Dengan demikian, identitas dan status delapan WNI tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terkonfirmasi oleh Pemerintah Indonesia.

Kasus ini bukan pertama kalinya muncul laporan mengenai WNI yang dikaitkan dengan keterlibatan dalam perang Rusia-Ukraina. Pada 2024, pemerintah Indonesia juga pernah membantah laporan mengenai WNI yang disebut menjadi tentara bayaran di pihak Ukraina.

Karena itu, proses verifikasi diplomatik diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi terbaru sekaligus mencegah WNI menjadi korban penipuan atau eksploitasi dengan modus tawaran pekerjaan di luar negeri. []

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda