Sanaa, MINA — Militer Yaman mengklaim telah melumpuhkan 1.747 personel Houthi dalam 1.122 operasi militer di sejumlah medan pertempuran. Operasi tersebut menjadi bagian dari ofensif besar pemerintah Yaman untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai kelompok Houthi.
Juru bicara militer Yaman, Majed Abdullah al-Nuzaili, mengatakan operasi tersebut menyasar posisi artileri dan peluncur roket, benteng pertahanan, jalur pergerakan pasukan, jaringan pasokan, hingga pusat komando dan kendali Houthi. Pernyataan itu disampaikan melalui platform X, Senin (5/10). Al-Mahriah melaporkan.
Operasi berlangsung di sejumlah front, termasuk Provinsi Saada, Al-Jawf dan Taiz, serta kawasan pesisir barat Yaman. Militer Yaman menggunakan berbagai kekuatan, seperti pesawat tempur, drone, artileri, rudal, peluncur roket dan penembak runduk dalam operasi tersebut.
Selain korban personel, al-Nuzaili menyebut operasi itu menghancurkan atau melumpuhkan 364 kendaraan, peralatan militer serta sarana transportasi dan pasokan milik Houthi. Militer Yaman menyatakan operasi akan terus dilakukan untuk merebut kembali wilayah dan memulihkan kewenangan pemerintah.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Operasi tersebut berlangsung setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya kampanye militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Pengumuman itu disampaikan ketika pertempuran meningkat di sekitar Taiz dan jalur strategis yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Aden.
Namun, angka 1.747 personel Houthi yang disebut “dilumpuhkan” merupakan klaim pihak militer Yaman dan belum mendapat verifikasi independen. Eskalasi terbaru dinilai penting secara strategis karena Taiz dan kawasan pesisir Laut Merah memiliki posisi penting terhadap jalur perdagangan serta akses menuju Selat Bab el-Mandeb. ‘[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
















Mina Indonesia
Mina Arabic