Laut Mediterania, MINA – Seluruh sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza dilaporkan ditahan oleh Israel setelah armada mereka dicegat di perairan internasional.
Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak karena dinilai sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan menghambat misi kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.
Informasi mengenai penahanan itu disampaikan oleh sejumlah relawan dan organisasi solidaritas Palestina pada Rabu (20/5). Dari sembilan WNI tersebut, beberapa di antaranya merupakan aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang ikut mendokumentasikan perjalanan armada bantuan.
Salah seorang jurnalis bahkan sempat mengirim pesan darurat yang menyebut dirinya “diculik” oleh militer Israel sebelum komunikasi terputus.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan komunikasi intensif melalui berbagai jalur diplomatik untuk memastikan keselamatan para WNI.
Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, pemerintah disebut tetap mengupayakan pembebasan para relawan melalui kerja sama dengan negara-negara sahabat serta lembaga internasional.
Kecaman terhadap tindakan Israel juga datang dari sejumlah negara dan organisasi internasional. Pemerintah Palestina melalui Kedutaannya di Indonesia mengecam pencegatan armada kemanusiaan tersebut dan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk pembajakan terhadap kapal sipil.
Selain Indonesia, Turkiye dan sejumlah negara lain juga menyerukan pembebasan segera seluruh relawan yang ditahan.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza sekaligus menuntut diakhirinya blokade Israel terhadap wilayah tersebut.
Armada itu terdiri dari puluhan kapal yang membawa relawan dari berbagai negara, termasuk tenaga medis, aktivis kemanusiaan, dan jurnalis internasional. Misi tersebut lahir sebagai respons atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza akibat perang dan blokade berkepanjangan.
Blokade Israel terhadap Gaza selama bertahun-tahun telah menuai kritik luas dari komunitas internasional karena dinilai memperparah krisis pangan, kesehatan, dan kebutuhan dasar warga sipil Palestina.
Pencegatan terhadap armada Global Sumud Flotilla kini kembali meningkatkan tekanan dunia internasional kepada Israel agar membuka akses bantuan kemanusiaan dan menghormati hukum humaniter internasional di wilayah konflik. []
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic