Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Desak Prabowo Buktikan BoP Mampu Bebaskan Aktivis Indonesia di GSF

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 21 Mei 2026 - 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:04 WIB

65 Views ㅤ

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Zaitun Rasmin, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto membuktikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum BoP (Board of Peace) mampu membebaskan sembilan aktivis Indonesia yang diculik oleh Zionis Israel saat berlayar dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza. (Foto: Arina/MINA)

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Zaitun Rasmin, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto membuktikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum BoP (Board of Peace) mampu membebaskan sembilan aktivis Indonesia yang diculik oleh Zionis Israel saat berlayar dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza.

“Buktikan kalau BoP ada gunanya. Indonesia harus berkoordinasi dengan tujuh negara Islam yang tergabung dalam BoP agar bisa mendesak Amerika yang sepatutnya didengar oleh Zionis Israel untuk membebaskan sembilan WNI,” ujarnya.

Desakan itu disampaikan dalam acara “Konsolidasi Terkait Penculikan Aktivis oleh Israel” yang digelar di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).

Sembilan aktivis Indonesia tersebut merupakan bagian dari rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar dari Pelabuhan Marmaris, Turkiye, menuju Jalur Gaza dalam misi kemanusiaan internasional untuk menembus blokade bantuan bagi rakyat Palestina.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Dari sembilan, empat di antaranya adalah jurnalis. Masing-masing dari Tempo, iNews, dan dua lainnya merupakan wartawan Republika.

Namun di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi dicegat aparat Zionis Israel di perairan internasional dan para aktivis ditangkap.

Menurut Zaitun, tindakan Zionis Israel tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional karena para aktivis membawa misi kemanusiaan, bukan aktivitas militer.

Di tengah upaya pembebasan para aktivis tersebut, Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga melontarkan tuduhan bahwa Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan “pro-Hamas initiative” atau inisiatif yang mendukung Hamas.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Dalam pernyataan resmi Departemen Keuangan Amerika Serikat yang diterbitkan pada 19 Mei 2026, Washington menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah penyelenggara flotilla dan menuduh misi tersebut mendukung jaringan Hamas.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataan itu menyebut flotilla tersebut sebagai bagian dari “pro-terrorist activities” yang dikaitkan dengan dukungan terhadap Hamas.

Namun para aktivis dan penyelenggara Global Sumud Flotilla membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa misi mereka murni kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan dan menembus blokade Gaza.

“Kami akan menyampaikan nanti permohonan ini, Bapak Presiden serius untuk mengupayakan pembebasan Sandra ini, apalagi ini benar-benar ilegal. Tidak ada hak Zionis menangkap mereka di perairan internasional,” kata Zaitun Rasmin.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Ia juga mengungkapkan, Presiden Prabowo sebelumnya disebut pernah menyatakan siap keluar dari BoP apabila forum tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemanusiaan Palestina.

“Tadi malam sudah dibicarakan, itu akan kami sampaikan ke Bapak Presiden. Kalau seperti janji Bapak Presiden, bahwa kalau tidak berguna BoP itu, beliau akan mundur. Itu dari beliau sendiri,” ujarnya.

Karena itu, MUI meminta pemerintah Indonesia serius memanfaatkan jalur diplomasi BoP untuk mendesak pembebasan sembilan aktivis Indonesia yang diculik Zionis Israel.

Selain fokus pada pembebasan para aktivis GSF, MUI juga menyerukan penghentian agresi Zionis Israel di Gaza dan pembukaan blokade bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

“Kita fokus pada pembebasan aktivis dan juga fokus menghentikan penyerangan Zionis di Gaza dan blokade pembatasan bantuan kemanusiaan,” kata Zaitun Rasmin.

MUI turut mengarahkan para dai dan khatib agar menyampaikan pesan solidaritas Palestina dalam khutbah Jumat dan khutbah Idul Adha, serta menggelorakan gerakan boikot produk-produk terafiliasi Zionis Israel dan pembacaan qunut nazilah.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Rekomendasi untuk Anda