Natsir Zubaidi: 2021 Sebagai Tahun Harapan dan Tantangan

Jakarta, MINA – Muhammad Natsir Zubaidi, Pembina Institut Risalah Peradaban, Anggota MPR RI Periode 1997-1999, mengatakan tahun baru 2021 sebagai “Tahun Harapan sekaligus Tantangan!”

“Agar para elit politik dan pengambil kebijakan melakukan komunikasi sosial politik yang dialogis dan bermartabat guna mengawal NKRI ini. Saat ini kita sudah berada di tahun 2021, baru saja kita tinggalkan tahun 2020, sebagai tahun yang penuh cobaan bagi Umat dan bangsa kita,” kata Natsir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/1).

Ia mengatakan, Pageblug (Pandemi) Covid-19 yang melanda seluruh dunia tak terkecuali Negeri tercinta. “Sejak bulan Maret kita merasakan Covid-19 telah mengorbankan jiwa, harta dan penderitaan masyarakat baik bidang sosial, pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan ekonomi,” ujarnya.

“Ditambah adanya dua orang menteri yang melakukan korupsi justru pada saat kita bangsa Indonesia dilanda krisis Pandemi, apalagi adanya tragedi tindak kekerasan terhadap enam anggota FPI dan pembubaran FPI oleh pihak Pemerintah”.

Natsir menambahkan, setiap pergantian waktu, baik hari, pekan, bulan dan tahun hendaknya dijadikan sebagai forum introspeksi, muhasabah, evaluasi diri, baik keluarga, masyarakat dan segenap komponen bangsa tiada terkecuali.

“Karena pada hakekat kehidupan dan kejayaan suatu kaum atau bangsa dipergilirkan oleh yang Maha Kuasa, Allah Subhanallah Wa Ta’ala, yudawiluha bainannas. Kejadian masa lalu hendaknya kita jadikan pelajaran yang berharga guna menapaki kehidupan tahun 2021 ini,” kata Natsir.

Selanjutnya diharapkannya, perbaiki dan bina komunikasi politik yang dialogis dan bermartabat! Sebagai negeri yang masyarakatnya pluralistik, maka segenap komponen bangsa hendaknya melakukan pendekatan “pergaulan sosial” dialogis, saling berpengertian satu sama lain (understanding) yang dalam istilah agama “ta’aruf“.

“Ada kelompok dalam sebuah negara itu yang memiliki peranan yakni “pemerintah (government), pengusaha/perusahaan (corporate) dan masyarakat madani (civil society). Namun menurut saya perlu ditambahkan yakni kelompok ulama dan cendekiawan (Intellectual),” ujarnya.

Maka, kata Natsir dalam menjalankan roda negara bisa ada landasan berpikir (literasi) yang sesuai dengan cita-cita berbangsa dan bernegara (dalam konteks Indonesia ada dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945). Pada tahun 2021 ini akan banyak pejabat (gubernur, bupati dan wali kota yang terpilih pada Pilkada 2020 ) yang akan dilantik.

“Kami mengharapkan agar melakukan komunikasi politik yang santun dan menampung aspirasi masyarakat yang dipimpin, justru pada saat pandemi Covid 19, sangat dibutuhkan pejabat itu mengayomi dan melayani masyarakat,” katanya.

“Seraya terus menurus kita berdoa agar wabah Covid 19 ini segera hilang dari permukaan bumi kita, memasuki tahun baru 2021 ini, sebaiknya kita berdoa ‘Ya Tuhan kami, masukkanlah kami ke tempat masuk yang “benar”, dan keluarkanlah (pula) Kami ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepada kami (dari sisi-MU ) kekuasaan yang menolong (Al Isra’: 80) (R/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)