Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai Tukar Rupiah Rp17.980 per Dolar AS pada Senin Pagi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 3 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:56 WIB

55 Views ㅤ

Kurs rupiah terhadap dolar AS (foto: Ist)

Jakarta, MINA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah melemah ke level Rp17.980 pada perdagangan Senin (3/8) pagi berdasarkan Kurs JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate).

Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam tersebut memberi ruang bagi rupiah untuk mencatat penguatan tipis setelah beberapa waktu terakhir berada di bawah tekanan sentimen global.

Berdasarkan data pasar, dolar AS turun sekitar 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Meski demikian, kurs masih bertahan di kisaran Rp17.900 per dolar AS, mencerminkan bahwa tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan imbal hasil obligasi AS, serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal internasional.

Di dalam negeri, Bank Indonesia terus menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter dan intervensi di pasar keuangan apabila diperlukan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meredam volatilitas nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

Sejumlah analis menilai penguatan rupiah masih berpotensi berlangsung secara terbatas apabila tekanan eksternal mereda.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Namun, risiko dari ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan arah kebijakan moneter negara-negara maju diperkirakan masih akan membayangi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor penting bagi dunia usaha dan perekonomian nasional. Rupiah yang lebih stabil diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, menekan biaya impor, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas perdagangan dan investasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Dunia Islam
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA