Caracas, MINA – Aktivitas produksi dan pengolahan minyak di Venezuela dilaporkan tetap berjalan normal meskipun negara tersebut tengah berada di bawah tekanan dari Amerika Serikat (AS).
Hal ini terlihat dari kegiatan kilang minyak serta pergerakan kapal tanker yang masih berlangsung di pelabuhan minyak utama negeri itu. Anadolu melaporkan, Sabtu (17/1).
Situasi tersebut terjadi setelah AS melakukan operasi militer yang menggulingkan Presiden Nicolás Maduro dan menahan sejumlah kapal tanker asing yang diduga menentang sanksi yang diberlakukan Washington terhadap sektor energi Venezuela.
Para pekerja dan teknisi yang bertugas di fasilitas kilang melanjutkan aktivitas produksi seperti biasa, menyusul pengumuman pemerintah interim bahwa tidak ada gangguan berarti pada operasi kilang meski ketegangan politik meningkat.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Meskipun ada ancaman sanksi serta penahanan kapal tanker, para operator industri minyak, termasuk unit pemerintah dan mitra produksi, melaporkan bahwa proses pengilangan serta distribusi internal minyak tetap stabil dan belum terganggu secara signifikan.
Kondisi normal di kilang minyak juga dipandang sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional Venezuela, yang sangat bergantung pada hasil industri energi demi memenuhi kebutuhan domestik maupun potensi ekspor meski volume perdagangan luar negeri masih dibatasi.
Venezuela memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia dan sejak dekade lalu sektor energi menjadi tulang punggung perekonomian negara.
Seiring beragam sanksi internasional, terutama dari AS, pemerintah Caracas berupaya mempertahankan produksi minyak melalui berbagai strategi, termasuk negosiasi diplomatik serta pemanfaatan infrastruktur existing demi menahan dampak tekanan eksternal terhadap industri tersebut. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic