Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Venezuela Tegaskan Bukan Koloni AS Usai Pernyataan Trump

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 13 Mei 2026 - 16:35 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:35 WIB

30 Views ㅤ

Delcy Rodríguez, pemimpin sementara Venezuela (foto: X)

Caracas, MINA – Pemerintah Venezuela mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kemungkinan menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. Caracas menegaskan negaranya merupakan bangsa merdeka dan tidak akan tunduk pada kepentingan asing.

Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menyatakan negaranya bukan koloni siapa pun dan akan terus mempertahankan kedaulatan nasional.

Pernyataan itu disampaikan menyusul unggahan Trump yang memunculkan spekulasi mengenai integrasi Venezuela ke dalam wilayah Amerika Serikat. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (13/5).

Ketegangan antara Washington dan Caracas terus meningkat sejak operasi militer AS pada awal Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Langkah tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara, termasuk Kuba dan Rusia, yang menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara lain.

Di tengah memanasnya hubungan kedua negara, pemerintah Venezuela juga tengah menghadapi sengketa wilayah Essequibo dengan Guyana.

Rodriguez menegaskan penyelesaian konflik tersebut harus dilakukan melalui jalur diplomatik dan dialog internasional, bukan tekanan politik ataupun intervensi asing. Mahkamah Internasional (ICJ) saat ini masih memproses sengketa wilayah kaya minyak tersebut.

Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan penjelasan resmi mengenai komentar Trump. Namun, sejumlah pengamat menilai pernyataan itu dapat memperburuk stabilitas kawasan Amerika Latin, terlebih setelah AS meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap Caracas dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Ketegangan itu juga memicu demonstrasi pro dan kontra di Venezuela maupun di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Hubungan AS dan Venezuela selama bertahun-tahun diwarnai sanksi ekonomi, perseteruan diplomatik, dan perebutan pengaruh politik di kawasan.

Meski demikian, pemerintah sementara Venezuela menegaskan tetap membuka ruang komunikasi internasional selama prinsip kedaulatan dan kemerdekaan negara dihormati.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA