Washington, MINA — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah bernegosiasi dengan pemerintah sementara Venezuela untuk mendapatkan kepemilikan atas sejumlah ladang minyak negara tersebut yang memiliki sekitar 90 miliar barel cadangan terbukti.
Rencana itu disebut menjadi bagian dari upaya Washington mengamankan pasokan minyak jangka panjang sekaligus memperluas keterlibatan perusahaan AS di sektor energi Venezuela. Anadolu melaporkan, Jumat (28/8).
Pembicaraan mencakup sejumlah ladang minyak produktif yang akan dikembangkan perusahaan-perusahaan Amerika. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah skema sewa (lease), kemudian ladang tersebut dapat dialokasikan kepada produsen AS melalui mekanisme lelang atau tender.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final yang diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Axios melaporkan ladang yang dibahas berjumlah lebih dari selusin dan mencakup kawasan Orinoco Belt serta Danau Maracaibo.
Cadangan sekitar 90 miliar barel tersebut setara hampir sepertiga dari total cadangan terbukti Venezuela yang mencapai sekitar 300 miliar barel. Dengan demikian, pembicaraan tersebut tidak berarti AS akan menguasai seluruh cadangan minyak Venezuela.
Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA).
Sebagian besar cadangan tersebut berupa minyak berat yang terkonsentrasi di Orinoco Oil Belt, sementara kawasan Danau Maracaibo juga menjadi salah satu pusat produksi minyak penting Venezuela.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Rencana tersebut menghadapi tantangan hukum karena aturan hidrokarbon Venezuela selama ini menempatkan kegiatan utama industri minyak di bawah kendali negara.
Reformasi terbaru memang membuka peluang bagi perusahaan asing melalui skema usaha patungan dan kontrak bagi hasil, tetapi skema kepemilikan atau sewa ladang secara langsung berpotensi memunculkan persoalan konstitusional dan hukum.
Pembicaraan itu berlangsung ketika Washington berupaya meningkatkan produksi minyak Venezuela dan mengamankan pasokan bagi pasar AS. Venezuela saat ini memproduksi sekitar 1,25 juta barel minyak mentah per hari, sementara perusahaan AS juga didorong kembali berinvestasi di sektor energi negara tersebut.
Jika tercapai, kesepakatan itu dapat mengubah peta investasi energi Venezuela sekaligus memperkuat pengaruh AS atas salah satu sumber minyak terbesar dunia. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic