New Delhi, MINA – Para pemimpin Blok Ekonomi Negara Berkembang (BRICS) Pada Sabtu (12/9) menentang segala bentuk pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza dalam Deklarasi New Delhi, yang diadopsi secara bulat pada KTT dua hari di ibu kota India.
BRICS juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terus berlanjut di Gaza meskipun ada kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025. Para pemimpin BRICS menyerukan diakhirinya setiap kebijakan yang bertujuan melakukan pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. Anadolu melaporkan.
Deklarasi tersebut juga menyatakan keprihatinan mengenai pengaturan yang dapat merugikan hak-hak mutlak rakyat Palestina serta melegitimasi atau memperpanjang pendudukan.
“Kami menegaskan kembali bahwa solusi yang adil dan langgeng bagi konflik Israel-Palestina hanya dapat dicapai melalui cara-cara damai dan bergantung pada pemenuhan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak untuk kembali,” demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Blok ini juga menolak setiap langkah sepihak yang berupaya mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem yang diduduki.
“Kami mendesak penghormatan penuh terhadap kesucian semua situs keagamaan dan tempat suci di kota tersebut, serta hak semua orang untuk mengakses dan menjalankan ibadah keagamaan mereka tanpa hambatan,” demikian bunyi Deklarasi New Delhi pada Sabtu.
Blok ini juga mengecam serangan terhadap instalasi dan personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), menegaskan bahwa serangan itu merupakan pelanggaran hukum internasional.
Menyoroti konteks global saat ini yang diwarnai polarisasi dan ketidakpercayaan, anggota BRICS menyerukan kepada masyarakat internasional untuk merespons tantangan dan ancaman keamanan terkait melalui “langkah-langkah politis-diplomatis guna menurunkan potensi konflik.”
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
BRICS juga menekankan perlunya melakukan upaya pencegahan konflik, termasuk dengan mengatasi akar penyebabnya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
















Mina Indonesia
Mina Arabic