Pasca Bencana Sulteng, Tak Surutkan Semangat Wisuda Untad

Palu, MINA – Pasca bencana alam di Sulawesi Tenggah (Sulteng), tidak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) untuk menggelar wisuda ke-94 di Lapangan Untad, Palu, meski hanya beratap tenda karena gedung masih rusak.

Pada wisuda tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir memberikan Orasi Ilmiah mengajak seluruh civitas akademik Universitas Tadulako untuk lakukan perbaikan disemua sektor.

Nasir menyampaikan jangan sampai kampus yang rusak menjadi penghalang untuk bangkit dan menghilangkan rasa semangat Untad. Selain itu Nasir juga menjelaskan, dirinya telah mengajak Kementerian PUPR untuk merevitalisasi bangunan kampus.

“Saya telah berkoordinasi dengan menteri PUPR. Oleh Pak Menteri PUPR rencananya dianggarkan untuk menyelesaikan perbaikan kampus pada tahun 2019, sebesar 283 miliar rupiah. Menyelesaikan berbagai gedung yang masih rusak atau mungkin yang hancur. Akan kita selesaikan di tahun 2019,” katanya, Kamis (8/11).

Selain itu, Menristekdikti juga memberikan Beasiswa Bidikmisi kepada 896 mahasiswa korban gempa dan tsunami di Universitas Tadulako yang diwakili secara simbolis kepada 5 mahasiswa Universitas Tadulako.

“Dalam wisuda ke-94 kali ini kami sengaja melakukan penyesuaian item-item acara tanpa mengurangi makna yang dikandungnya. Wisudawan jangan tanya Hakikat apa yang ada didalam tenda sederhana ini sebab selain tidak bisa ditakar dengan rupiah juga akan menjadi kisah nyata dalam perjalanan kalian dimasa yang akan datang,” ujarnya Rektor Untad M. Basyir Cyio.

Basyir juga mengingatkan bahwa tidak dilarang untuk bersedih bahkan boleh saja menangis dan terisak. Namun tidak boleh larut keberkepanjangan dalam duka.

“Mari kita jadikan duka ini sebagai awal kehidupan kita, cobaan gempa bumi, tsunami, likuifaksi, yang Tuhan tunjukkan adalah sebuah pembelajaran bahwa kita dihadapan Tuhan bukan siapa-siapa,” tambahnya. (R/R10/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)