Pasca Gempa Susulan 6,2 SR, Situasi Lombok Kembali Mencekam

Tanjung (Lombok Utara), MINA – Gempa terbaru hari ini, Kamis, 9 Agustus 2018 yang terjadi pukul 13.25 WITA dengan 6,2 SR menambah trauma masyarakat khususnya di pulau Lombok, khususnya Kabupaten Lombok Utara.

Gempa siang ini menimbulkan kerusakan terutama di lokasi Rumah Sakit Mataram dan Tanjung. Sebagai daerah terdampak paling parah, goyangan ini memang melebihi getaran susulan sebelumnya. Terlebih waktu kejadian siang hari, tidak seperti gempa-gempa susulan sebelumnya yang lebih sering terjadi di malam dan dini hari.

Beruntung pelayanan pasien di RSUD Tanjung masih dilakukan di tenda-tenda di halaman rumah sakit. Sehingga tingkat cedera dari gempa terakhir di lingkungan RS hampir nol. Namun tetap saja perasaan kaget dan trauma terbaca dari wajah-wajah mereka.

Petugas radiologi yang dikomandoi tim dokter MER-C, Dr. Arief Rachman yang sedang bertugas berlari keluar ruangan, diikuti oleh pasien yang terbaring digotong oleh prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2 dari Malang.

Dari luar rumah sakit, sangat jelas terlihat bangunan RSUD Tanjung yang sudah rusak bergoyang- goyang, kusen alumunium berjatuhan dari lantai 2, plafon runtuh dan tembok yang sebelumnya retak roboh. Bahkan petugas teknik yang sebelumnya memindahkan inkubator dari lantai 2 tidak dapat menyembunyikan kecemasannya. Tubuh dan bicaranya bergetar. Petugas radiologi pun meminta ijin untuk tidak melanjutkan kerja saat itu.

Gempa ini juga semakin menyulitkan upaya percepatan pemindahan pasien dari tenda ke gedung RS yang layak pakai. Beberapa ruang yang sudah dinyatakan aman oleh ahli sipil, rencananya akan digunakan sebagai bangsal perawatan. Hal ini mengingat perawatan di tenda sangat melelahkan.

Pasien sendiri terpapar debu, panas, suara berisik lalu-lalang lalu-lintas. Privasi pun tidak terjaga. Tapi upaya ini ditolak oleh pasien dan keluarga. Mereka bisa jadi memilih keamanan di atas kenyamanan. (L/AR/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)