Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB: Afghanistan Termasuk Negara Paling Mematikan Akibat Ranjau Darat

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Rabu, 4 Februari 2026 - 14:33 WIB

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:33 WIB

14 Views ㅤ

Ilustrasi: petugas penjinak ranjau. (Foto: Elchin Mehdiyev / X)

Kabul, MINA – Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan, Afghanistan menempati peringkat ketiga secara global untuk korban jiwa akibat ranjau darat dan sisa-sisa perang yang belum meledak.

Dilansir dari Khaama Press, UNAMA menyatakan pada Selasa (3/2) bahwa anak-anak menyumbang hampir 80 persen dari korban, sering kali terluka atau tewas saat bermain atau tanpa sadar menemukan amunisi yang belum meledak.

Misi tersebut menyerukan peningkatan bantuan keuangan kepada organisasi penjinakan ranjau yang bekerja untuk membersihkan ranjau dan mendidik masyarakat tentang risiko bahan peledak di seluruh negeri.

Menurut UNAMA, tim penjinakan ranjau beroperasi setiap hari untuk menghilangkan sisa-sisa bahan peledak, sementara kampanye kesadaran bertujuan mengurangi paparan warga sipil terhadap bahan-bahan mematikan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Misi PBB mendesak warga untuk tidak menyentuh benda-benda yang mencurigakan dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang guna mencegah korban jiwa lebih lanjut.

HALO Trust sebelumnya memperkirakan, sekitar 50 orang tewas atau terluka setiap bulan di Afghanistan akibat ranjau dan sisa-sisa bahan peledak. Sementara itu, 6,4 juta orang tetap berisiko di seluruh negeri.

Data PBB juga menunjukkan bahwa sekitar 3,3 juta warga Afghanistan tinggal dalam radius satu kilometer dari daerah yang terkontaminasi ranjau dan amunisi yang belum meledak, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan upaya pembersihan.

Puluhan tahun konflik telah menyebabkan sebagian besar wilayah Afghanistan terkontaminasi ranjau darat dan amunisi yang belum meledak, yang terus mengancam kehidupan warga sipil bahkan setelah pertempuran mereda. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda