New York, MINA – Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengumumkan peringatan internasional tentang meningkatnya risiko bencana kelaparan global yang memengaruhi 700 juta orang warga dunia.
Menrut FAO risiko bencana ditimbulkan oleh konflik regional di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan. Jaridah Al-Quds melaporkan.
Gangguan saat ini tidak terbatas pada Timur Tengah, tetapi menyebar ke negara-negara terjauh, seperti Filipina hingga Australia, sebagai akibat dari tertundanya pasokan pupuk pertanian. Termasuk ke negara-negara Afrika seperti Sudan, Somalia dan Kenya.
Kepala Ekonom FAO Dr Maximo Torero menekankan bahwa stabilitas pasar global saat ini bergantung pada kecepatan mengakhiri konflik.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Torrero mencatat stok saat ini mungkin cukup untuk waktu yang singkat, tetapi eskalasi apa pun setelah dua pekan akan menyebabkan dampak permanen di musim pertanian berikutnya, mendorong harga pangan ke rekor tertinggi.
Organisasi FAO mengusulkan solusi mendesak untuk mengurangi risiko, termasuk pencarian pelabuhan alternatif di Oman dan Laut Merah, atau mengalihkan rute pelayaran melalui wilayah Turki. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic