Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembebasan Al-Aqsa Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 28 Februari 2026 - 04:57 WIB

Sabtu, 28 Februari 2026 - 04:57 WIB

18 Views

Masjid Al-Aqsa (Quds Press)

MASJID Al-Aqsa adalah satu dari tiga tempat paling suci dalam Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Al-Aqsa bukan sekadar bangunan, tetapi simbol keimanan, sejarah, dan persatuan umat. Sejak masa para nabi hingga hari ini, keberadaannya selalu memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Namun realitas yang terjadi menunjukkan bahwa tempat suci ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Masjid Al-Aqsa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki tempat lain, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di antaranya:

  1. Tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Allah SWT berfirman:

Baca Juga: Menjaga Hati dari Dengki di Bulan Ramadhan

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1).

Ayat ini menegaskan bahwa Masjidil Aqsa adalah tempat yang diberkahi langsung oleh Allah.

  1. Kiblat Pertama Umat Islam

Sebelum Ka’bah dijadikan kiblat, Nabi Muhammad dan sahabatnya dari generasi umat Islam pertama, shalat menghadap Masjid  Al-Aqsa. Ini menunjukkan kedudukan pentingnya dalam sejarah ibadah Islam.

Baca Juga: Syukur yang Menyelamatkan, Pergaulan yang Menentukan

  1. Masjid yang Dianjurkan untuk Diziarahi

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Tidak boleh melakukan perjalanan dengan tujuan beribadah padanya kecuali ke tiga masjid, yaitu: Masjid Al Haram, Masjidku ini dan Masjid Al Aqsa.”  (HR. Sunan Abu Dawud).

Hadits ini menegaskan kemuliaan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat ibadah utama. Masjidil Aqsa berada di kota suci Yerusalem, wilayah para nabi dan pusat sejarah keimanan.

Baca Juga: Memaknai Nuzulul Qur’an sebagai Pedoman Kehidupan

Tanggung Jawab Umat Islam terhadap Masjidil Aqsa

  1. Tanggung Jawab Aqidah

Masjid Al-Aqsa bukan milik satu bangsa, tetapi bagian dari akidah umat Islam. Menjaganya berarti menjaga kehormatan agama.

Allah berfirman:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ ۝٣٢

Baca Juga: Rahasia Amal Diterima: Hati yang Merasa Amalnya Belum Seberapa

“Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32).

Menjaga tempat suci termasuk bentuk pengagungan syiar Allah.

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَ ەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۝١١٤

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah digunakan sebagai tempat berzikir di dalamnya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan mendapat azab yang berat di akhirat.” (QS Al-Baqarah: 114).

Baca Juga: Tatacara Shalat Gerhana

Ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga masjid dari penghancuran.

  1. Tanggung Jawab Persatuan Umat

Masjid Al-Aqsa menyatukan umat Islam lintas negara, bahasa, dan budaya. Kepedulian terhadapnya merupakan bukti ukhuwah Islamiyah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Baca Juga: Gerhana Bulan, Sebuah Tanda Kebesaran Allah

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam perilaku saling mencintai, kasih sayang, dan tolong-menolong di antara mereka seperti satu tubuh. Jika ada satu bagian tubuh mengalami sakit, maka sekujur tubuh ikut merasakannya dengan tidak dapat tidur dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Jika Masjid Al-Aqsa dalam kesulitan, umat Islam seharusnya turut merasakan dan peduli.

  1. Tanggung Jawab Dakwah dan Kepedulian

Pembebasan tidak selalu berarti perang, tetapi juga mencakup: Doa dan dukungan spiritual, penyebaran kesadaran, pendidikan generasi tentang pentingnya Masjid Al-Aqsa dan persatuan umat Islam.

Allah berfirman:

Baca Juga: Boleh Nadzar Shalat Di Baitul Maqdis, Hadits Keenam 40 Hadits Tentang Al-Aqsa

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”  (QS. Al-Maidah: 2).

Makna Pembebasan dalam Perspektif Islam

Pembebasan Masjid Al-Aqsa bukan hanya pembebasan wilayah, tetapi juga: pembebasan dari ketidakpedulian umat, pembebasan dari perpecahan, pembebasan melalui kebangkitan iman dan pembebasan melalui persatuan dan kepedulian global.

Baca Juga: Jangan Biarkan Nafsu Memimpin Hidupmu

Sejarah Islam menunjukkan bahwa kemenangan selalu datang setelah umat kembali kepada iman, persatuan, dan ketakwaan.

Pentingnya Persatuan Umat Islam

Persatuan umat Islam merupakan kunci utama dalam menjaga dan memperjuangkan Masjid Al-Aqsa. Tanpa persatuan, kekuatan umat akan terpecah, dan tanggung jawab besar ini sulit diwujudkan. Islam mengajarkan bahwa kekuatan sejati umat terletak pada kebersamaan dalam iman dan tujuan.

Allah berfirman:

Baca Juga: Dari Budak Menjadi Raja: Ketika Sabar Mengalahkan Syahwat

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, seraya berjama’ah dan janganlah kamu bercerai-berai…” (QS. Ali Imran: 103).

Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk bersatu dalam kebenaran dan menjauhi perpecahan. Persatuan bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban yang harus dijaga.

Dalam konteks Masjid Al-Aqsa, persatuan umat melahirkan: kekuatan moral dan spiritual, kepedulian bersama terhadap tempat suci umat Islam, dukungan nyata dalam dakwah, doa, dan solidaritas, dan kesadaran bahwa perjuangan ini adalah tanggung jawab seluruh umat.

Baca Juga: Ketika Akhirat Menjadi Kompas, Hati Tak Lagi Suram

Dengan persatuan, umat Islam mampu menghadapi berbagai tantangan dan menunaikan amanah menjaga kehormatan tempat-tempat suci. Persatuan menjadikan umat kuat, sedangkan perpecahan hanya melemahkan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Tausiyah
Indonesia
Khutbah Jumat