Jambi, MINA — Imaam Yakhsyallah Mansur menegaskan Masjidil Aqsa merupakan barometer kehormatan umat Islam sekaligus ciri mukmin sejati. Penegasan itu disampaikannya saat memberikan tausiah pada Tabligh Akbar Ahad (18/1) di Sarolangun, Jambi.
Imaam Yakhsyallah mengatakan, hilangnya kepedulian umat Islam terhadap Masjidil Aqsa menjadi tanda melemahnya iman.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan hati umat terserang penyakit wahn, yakni kecintaan berlebihan terhadap dunia dan abai terhadap kehormatan umat.
“Ketika umat Islam tidak lagi peduli pada Al-Aqsa, itu pertanda hati mereka terserang penyakit, yakni wahn (penyakit dunia) dan tidak peduli dengan urusan kehormatan umat,” ujar Imaam Yakhsyallah.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Dalam tausiah bertajuk “Korelasi Mukmin Sejati dan Pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina,” ia menjelaskan, penjajahan yang masih terjadi di Masjidil Aqsa merupakan alarm keimanan bagi setiap Muslim. Kondisi tersebut, kata dia seharusnya menggugah kesadaran umat untuk kembali menunaikan tanggung jawab imannya.
Ia menegaskan, para ulama telah lama menyerukan bahwa pembelaan terhadap Masjidil Aqsa bukan semata isu kemanusiaan, melainkan kewajiban iman yang melekat pada setiap Muslim.
“Para ulama menyerukan bahwa membela Masjidil Aqsa adalah tanggung jawab iman, bukan sekadar tentang kemanusiaan,” tegasnya.
Imaam Yakhsyallah juga menambahkan bahwa Masjidil Aqsa bukan hanya urusan bangsa Palestina, tetapi tanggung jawab seluruh umat Islam di mana pun berada.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menekankan, Al-Aqsa merupakan amanah yang diwasiatkan kepada umat Islam untuk dijaga dan dibela.
Sebagai penulis buku “Jihad Ma‘rifi dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina”, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kepedulian terhadap Masjidil Aqsa sebagai bagian dari menjaga kehormatan dan jati diri umat.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic